Kenali Dokumen Apa Saja Yang Dikenakan Bea Meterai

bacaan 2 Menit

Disebutkan dalam Pasal 3 dan 5 Undang – Undang No 10 Tahun 2020 bahwa pengenaan Bea Materai dilakukan atas 2 (dua) kategori dokumen dengan tarif tetap Rp. 10.000 (sepuluh ribu). Kategori dokumen yang dimaksud diantaranya: Pertama, dokumen yang dibuat sebagai alat untuk menerangkan mengenai suatu kejadian yang bersifat perdata. Kedua, dokumen yang digunakan sebagai alat bukti di pengadilan . Lalu rincian dokumen apa saja yang dapat dikenai bea meterai ?

Berikut ini Rincian Dokumen yang Bersifat Perdata yang Dikenakan Bea Meterai:

  1. Surat perjanjian surat keterangan, surat pernyataan, atau surat lainnya yang sejenis, beserta rangkapnya. Surat lainnya yang sejenis adalah surat yang sejenis dengan surat pernyataan, antara lain surat kuasa, surat hibah, dan surat wasiat. Rangkap satuan dari jumlah dokumen. Sebagai contoh, surat perjanjian yang dibuat oleh 2 (dua) pihak dalam 2 (dua) rangkap, maka masing-masing dokumen terutang Bea Meterai.
  1. Akta-akta notaris beserta grosse, salinan, dan kutipannya. Grosse, salinan, dan kutipan akta adalah sesuai dengan pengertian sebagaimana dimaksud dalam undang-undang di bidang jabatan notaris. Pada prinsipnya, Bea Meterai hanya dikenakan 1 (satu) kali untuk setiap dokumen. Hal ini mengandung arti bahwa grosse, salinan, dan kutipan akta notaris dikenai Bea Meterai yang sama dengan aslinya.
  1. Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) beserta salinan dan kutipannya. Salinan akta adalah salinan kata demi kata dari seluruh akta dan pada bagian bawah salinan akta tercantum frasa “diberikan sebagai SALINAN yang sama bunyinya”. Kutipan akta adalah kutipan kata demi kata dari 1 (satu) atau beberapa bagian dari akta dan pada bagian bawah kutipan akta tercantum frasa “diberikan sebagai KUTIPAN”.
  1. Surat berharga dengan nama dan dalam bentuk apa pun. Surat berharga meliputi saham, obligasi, cek, bilyet giro, aksep, wesel, sukuk, surat utang, warrant, option, deposito, dan sejenisnya, termasuk surat kolektif saham atau sekumpulan surat berharga lainnya. Sebagai contoh, penerbitan 100 (seratus) lembar saham yang dituangkan dalam 1 (satu) surat kolektif saham, maka Bea Meterai hanya terutang atas surat kolektif sahamnya saja.
Categories: Tax Learning

Artikel Terkait