Media Komunitas
Perpajakan Indonesia

Apa Itu Transfer Pricing?

bacaan 2 Menit
Businesspeople working in finance and accounting Analyze financial graph budget and planning for future in office room.

Transfer pricing merupakan istilah yang digunakan untuk menyebutkan kebijakan harga dalam suatu transaksi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Pengertian tersebut sesungguhnya bersifat netral. Namun, transfer pricing kerap kali dianggap sebagai upaya perusahaan multinasional untuk mengurangi beban pajak serta melakukan penggeseran laba.

Anggapan transfer pricing sebagai hal yang negatif sesungguhnya mengacu kepada praktik yang disebut manipulasi transfer pricing, abuse of transfer pricing, atau transfer mispricing. Transfer mispricing merupakan praktik mengatur harga transfer di atas atau di bawah harga wajar sebagai upaya memperkecil jumlah pajak yang terutang, dengan memanfaatkan perbedaan tarif pajak antarnegara.

Globalisasi menjadi salah satu faktor berkembangnya praktik transfer pricing. Globalisasi mendorong pertumbuhan perusahaan multinasional. Dengan teknologi, informasi, serta komunikasi mempermudah suatu perusahaan untuk berkembang ke belahan negara lain. Hal tersebut kemudian menghilangkan batasan antar negara dalam kegiatan usaha. Perusahaan semakin mudah melakukan perpindahan barang, jasa, modal, hingga sumber daya manusia antarnegara. Dengan demikian, transaksi perdagangan internasional kini banyak melibatkan pihak-pihak dalam satu grup usaha maupun pihak-pihak yang saling berafiliasi.

Dalam transaksi yang dilakukan pihak-pihak independen (tidak memiliki hubungan istimewa), harga transfer terbentuk atau dipengaruhi oleh pasar. Di sisi lain, kekuatan pasar bisa saja tidak berpengaruh apabila transaksi dilakukan antar pihak dengan hubungan istimewa, sehingga potensi untuk melakukan transfer mispricing semakin besar. Meskipun begitu, otoritas pajak tidak dapat serta-merta menganggap seluruh transaksi yang dilakukan antara pihak dengan hubungan istimewa merupakan transfer mispricing. Transaksi antar pihak dengan hubungan istimewa kerap kali merupakan transaksi yang unik serta kompleks. Transaksi tersebut terkadang sulit dibandingkan dengan transaksi umum yang dilakukan oleh pihak-pihak independen. Maka dari itu, diperlukan regulasi serta panduan untuk menentukan harga transfer wajar dan dapat diterima bagi pihak yang bertransaksi maupun pihak otoritas pajak.