Ketentuan Faktur Pajak bagi Pedagang Eceran

bacaan 2 Menit
Favorite

No account yet? Register

Supermarket Cart Shopping Grocery  - Tumisu / Pixabay
Tumisu / Pixabay

Pedagang Eceran Menurut Ketentuan Pajak

Pedagang eceran merupakan pengusaha yang dalam kegiatan usaha melakukan penyerahan barang/jasa dengan karakteristik sebagai berikut:

  1. melalui suatu tempat penjualan atau langsung mendatangi dari satu tempat konsumen akhir ke tempat konsumen akhir lainnya,
  2. dilakukan langsung kepada konsumen akhir, tanpa didahului dengan penawaran tertulis, pemesanan tertulis, kontrak,atau lelang, dan
  3. pada umumnya penyerahan barang atau transaksi jual beli dilakukan secara tunai dan penjual atau pembeli langsung menyerahkan atau membawa barang yang dibelinya.

“Konsumen akhir” yang dimaksud adalah pembeli yang mengkonsumsi/memanfaatkan langsung  barang/jasa tersebut. Selain itu, konsumen dianggap sebagai konsumen akhir apabila konsumen tidak menggunakan barang untuk kegiatan produksi maupun perdagangan.

Ketentuan Penerbitan Faktur Pajak

Pasal 72 PMK Nomor 118/PMK.03/2021 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (PMK 18/2021) menjelaskan bahwa dalam faktur pajak paling sedikit memuat:

  1. nama, alamat, dan NPWP yang menyerahkan BKP atau JKP;
  2. identitas pembeli BKP atau penerima JKP yang meliputi nama, alamat, NPWP/NIK/Nomor Paspor
  3. PPnBM yang dipungut;
  4. kode, nomor seri, dan tanggal pembuatan Faktur Pajak; dan
  5. nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani Faktur Pajak.

Namun, bagi PKP pedagang eceran dapat membuat faktur yang berbeda dengan ketentuan Pasal 72 PMK 18/2021. Atas penyerahan BKP/JKP, PKP pedagang eceran dapat membuat faktur tanpa mencantumkan keterangan mengenai identitas pembeli serta nama dan tanda tangan penjual. Menurut Pasal 89 PMK 18/2021, faktur pajak yang diterbitkan, paling sedikit memuat informasi tentang:

  1. Nama, alamat, dan NPWP yang melakukan penyerahan BKP/JKP
  2. Jenis barang atau jasa, jumlah harga jual atau penggantian, dan potongan harga
  3. PPN/PPnBM yang dipungut, dan
  4. Kode, nomor seri, dan tanggal pembuatan Faktur Pajak

Faktur pajak yang diterbitkan oleh Pedagang Eceran dapat berupa bon kontan, faktur penjualan, segi cash register, karcis, kuitansi, atau tanda bukti penyerahan atau pembayaran lain yang sejenis. Selain itu, PPN atau PPnBM yang dipungut dapat dicantumkan secara terpisah.

Categories: Tax Learning,

Artikel Terkait