Bayar Zakat Bisa Jadi Pengurang Pajak, Simak Ketentuannya

bacaan 2 Menit
ketentuan zakat sebagai pengurang pajak
freepik

Zakat adalah bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim apabila telah mencapai syarat yang ditetapkan. Zakat diberikan kepada pihak yang berhak menerimanya. Dalam ketentuan perpajakan, pembayaran zakat ternyata dapat menjadi pengurang dalam penghitungan pajak. Bagaimanakah pengaturannya?

Dalam ketentuan perpajakan, pengaturan mengenai zakat telah diakomodasi pada UU Pajak Penghasilan. Hal tersebut merupakan upaya sinkronisasi dengan Pasal 14 ayat (3) UU Nomor 38 Tahun 1999 tentang Zakat yang menyebutkan bahwa:

Zakat yang telah dibayarkan kepqda badan amil zakat atau lembaga amil zakat dikurangkan dari laba/pendapatan sisa kena pajak dari wajib pajak yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Merujuk memori penjelasan Pasal 14 ayat (3) UU Zakat, pengurangan zakat dalam penghitungan penghasilan kena pajak ditujukan agar Wajib Pajak tidak dikenakan beban ganda, yaitu membayar zakat dan pajak. Hal tersebut juga dilakukan untuk mendorong kesadaran masyarakat untuk membayar zakat dan pajak.

Ketentuan Pajak

Ketentuan mengenai pembayaran zakat untuk menjadi pengurang pajak dapat dilihat pada Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-6/PJ/2011 (PER-6/2011). Zakat yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto meliputi zakat yang dibayarkan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi pemeluk agama Islam dan/atau oleh Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah.

Untuk memperoleh pengurangan tersebut, Wajib Pajak wajib melampirkan fotokopi bukti pembayaran pada Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak dilakukannya pengurangan zakat. Bukti pembayaran dapat berupa bukti pembayaran secara langsung atau melalui transfer rekening bank, atau pembayaran melalui ATM. Bukti tersebut paling sedikit memuat:

  • Nama lengkap Wajib Pajak dan NPWP pembayar
  • Jumlah pembayaran
  • Tanggal pembayaran
  • Nama badan amil zakat, lembaga amil zakat, atau lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan Pemerintah
  • Tanda tangan petugas dari lembaga pengumpul zakat atau validasi petugas bank pada bukti pembayaran apabila pembayaran melalui transfer rekening bank

Categories: Tax Learning

Artikel Terkait