
Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan peringatan tegas kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) untuk segera berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat. Peringatan keras tersebut disampaikan secara langsung oleh Prabowo dalam Sidang Paripurna DPR RI yang diselenggarakan pada Rabu (20/5/2026).
Dalam pidatonya, Presiden secara terbuka menginstruksikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pejabat tinggi di DJBC. Ia tidak segan untuk memerintahkan pencopotan pimpinan yang dinilai lambat dan tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. "Untuk ke sekian kali, Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti," tegasnya.
Teguran ini bermula dari banyaknya keluhan dan laporan yang diterima oleh Presiden dari para pelaku usaha mengenai kendala di lapangan. Hambatan-hambatan seperti lambatnya pelayanan, adanya praktik pungutan liar, hingga penyalahgunaan wewenang dinilai sangat merugikan karena menghambat kelancaran arus perdagangan dan aktivitas ekonomi nasional.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah bersama seluruh aparatur negara harus bekerja secara tangkas, responsif, dan mampu bergerak cepat dalam menjawab kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha. Ia meminta seluruh pegawai pemerintah meninggalkan pola kerja yang lamban dan kebiasaan menunda pekerjaan. Menurut Presiden, masyarakat saat ini menuntut pelayanan dan penyelesaian pekerjaan yang cepat sehingga pemerintah tidak boleh bekerja dengan sikap santai atau menunggu keadaan.
Lebih lanjut, instruksi untuk melakukan pembenahan birokrasi ini tidak hanya ditujukan khusus kepada DJBC, melainkan juga kepada seluruh kementerian dan lembaga pemerintahan lainnya. Presiden mengingatkan seluruh menteri dan pimpinan lembaga untuk berani menindak tegas pegawainya yang melanggar aturan dan melakukan praktik korupsi. “Kita harus bertekad membangun pemerintah yang kuat, profesional, yang tidak korup,” tambahnya.
Menanggapi instruksi langsung dari Presiden, Purbaya menyatakan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap kinerja pimpinan DJBC. Meski demikian, ia menegaskan kesiapannya untuk melakukan perombakan susunan pimpinan jika hal tersebut sudah menjadi keputusan mutlak. "Kalau itu perintah, saya akan kerjakan. Saya enggak bisa kalau enggak ada perintah, tapi saya akan cek dulu ya," kata Purbaya
