Terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 11 Tahun 2025 (PMK 11/2025) mengubah penghitungan besaran tertentu atas penyerahan barang kena pajak/jasa kena pajak, salah satunya kegiatan membangun sendiri (KMS).
Pasal 20 PMK 11/2025 mengubah ketentuan Pasal 324 PMK Nomor 81 Tahun 2024 (PMK 81/2024). Ayat 2 menyebutkan bahwa:
“Besaran tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan hasil perkalian 20% (dua puluh persen) dikali 11/12 (sebelas per dua belas) dari tarif Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (1) huruf b Undang- Undang Pajak Pertambahan Nilai dikalikan dengan dasar pengenaan pajak.”
Artinya, secara efektif, tarif PPN atas KMS adalah 2,2% dari dasar pengenaan pajak.
Merujuk PMK Nomor 131 Tahun 2024, pemungutan PPN KMS dilakukan berdasarkan PMK 81/2024. PMK 81/2024 mengatur PPN besaran tertentu atas KMS adalah sebesar 20% dikali dengan tarif PPN 12%. Dengan kata lain, PPN KMS yang disetor oleh wajib pajak adalah 2,4% dari dasar pengenaan pajak.
PMK 61/2022 | PMK 81/2024 | PMK 131/2024 | PMK 11/2025 | |
---|---|---|---|---|
Besaran tertentu | 20% dari tarif PPN | 20% dari tarif PPN | (Diatur sesuai ketentuan PMK 81/2024) | 20% dikali 11/12 dari tarif PPN |
Tarif PPN (saat PMK berlaku) | 11% | 12% | (Diatur sesuai ketentuan PMK 81/2024) | 12% |
Tarif Efektif | 2,2% | 2,4% | (Diatur sesuai ketentuan PMK 81/2024) | 2,2% |
Namun, dengan implementasi PMK 11/2025, PPN besaran tertentu yang dipungut adalah 20% dikali 11/12 dikali tarif PPN 12%. Wajib pajak menyetor PPN atas KMS dengan tarif efektif 2,2% dari dasar pengenaan pajak.
PMK 11/2025 mulai berlaku sejak saat diundangkan, yakni 4 Februari 2025. Namun, perlu dicatat bahwa ketentuan ini berlaku mundur. Pasal 22 PMK 11/2025 menyebutkan bahwa atas penyerahan sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan sebelum berlakunya PMK 11/2025, berlaku ketentuan sebagaimana diatur dalam PMK 11/2025.
Categories:
Tax Alert24 Februari 2025
12 Februari 2025
09 Februari 2025