Berita Nasional

Pemerintah Bentuk Badan Pengadaan, Efisiensi Belanja Ditargetkan Rp360 Triliun

Pemerintah akan membentuk Badan Pengadaan Pemerintah untuk mengonsolidasikan pengadaan barang dan jasa pemerintah pusat serta daerah secara nasional. Konsolidasi tersebut ditargetkan dapat menghasilkan efisiensi belanja hingga Rp360 triliun per tahun.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan konsolidasi pengadaan diperlukan agar kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah tidak lagi melakukan pengadaan barang dan jasa dengan spesifikasi serupa secara terpisah. Dengan pengadaan yang dilakukan secara bersama, pemerintah diharapkan memiliki daya tawar yang lebih kuat untuk memperoleh harga dan mutu yang lebih baik.

"Jika barangnya sama, kita beli bersama. Jika kebutuhannya dapat direncanakan, kita rencanakan bersama. Jika negara dapat memperoleh harga dan mutu yang lebih baik dengan bekerja sama, tidak ada alasan untuk kita tidak lakukan itu. Tidak ada alasan untuk masing-masing institusi tetap melakukan pengadaan sendiri-sendiri," jelas Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI dan Penyampaian RUU APBN 2027 (Jumat, 14/08/2026).

Menurut Prabowo, konsolidasi pengadaan yang dilakukan secara disiplin berpotensi menghasilkan efisiensi sekitar 30% dari total belanja barang dan jasa pemerintah yang mencapai Rp1.200 triliun. Dengan demikian, penghematan yang diperoleh diperkirakan dapat mencapai Rp360 triliun dalam setahun.

Pemerintah telah menguji pendekatan tersebut melalui konsolidasi pengadaan interactive flat panel (IFP) pada tahun lalu. Pengadaan yang dilakukan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berhasil menurunkan harga IFP dari sekitar Rp150 juta menjadi Rp26 juta per unit.

Prabowo menyebut harga tersebut sudah mencakup biaya pengiriman dan pemasangan hingga ke wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan potensi efisiensi yang dapat diperoleh apabila kebutuhan pengadaan pemerintah dihimpun dan dilakukan secara terkoordinasi.

"Ini penghematan hampir 6 kali lipat. Rp150 juta kita beli dengan harga Rp26 juta termasuk ongkos kirim dan ongkos pasang sampai ke tempat terpencil, terluar, dan tertinggal," tutup Prabowo.

Categories:

Berita Nasional
Pajak 101 Logo

Jadwal Training

Stay tuned for more training coming soon!

Jadwal Lainnya

© Copyright 2026 PT INTEGRAL DATA PRIMA