Media Komunitas
Perpajakan Indonesia

Menghitung PPh Pasal 21 atas Bonus atau THR

bacaan 2 Menit
Money Home Coin Investment  - nattanan23 / Pixabay
nattanan23 / Pixabay

Selain memberikan penghasilan berupa gaji dan tunjangan yang bersifat teratur, umumnya perusahaan juga memberikan penghasilan lain berupa bonus dalam kondisi tertentu. Dalam penghitungan PPh Pasal 21, penghasilan tersebut dianggap sebagai penghasilan yang bersifat tidak teratur. Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Nomor 16 Tahun 2016, penghasilan yang bersifat tidak teratur adalah penghasilan bagi Pegawai Tetap selain penghasilan yang bersifat teratur, yang diterima sekali dalam satu tahun atau periode lainnya. Selain bonus, penghasilan teratur juga dapat berupa Tunjangan Hari Raya (THR), jasa produksi, tantiem, gratifikasi, atau imbalan sejenis lainnya dengan nama apapun

Merujuk Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Nomor 16 Tahun 2016, jika pegawai tetap diberikan penghasilan yang bersifat tidak teratur seperti bonus dan THR, maka PPh Pasal 21 dihitung dan dipotong dengan cara sebagai berikut.

  1. PPh Pasal 21 dihitung atas penghasilan teratur yang disetahunkan ditambah dengan penghasilan tidak teratur.
  2. PPh Pasal 21 dihitung atas penghasilan teratur yang disetahunkan tanpa penghasilan tidak teratur.
  3. Selisih antara PPh Pasal 21 menurut penghitungan huruf a dan huruf b adalah PPh Pasal 21 atas penghasilan tidak teratur.

Ilustrasi Penghitungan PPh Pasal 21 atas Bonus

Ben Laksono (belum menikah) bekerja pada PT Hutan Raya dengan memperoleh gaji sebesar Rp5.000.000 sebulan. Pada bulan Oktober 2022, Ben memperoleh bonus sebesar Rp10.000.000 sehingga total penghasilan Ben pada bulan Oktober 2021 sebesar Rp15.000.000. Setiap bulannya Ben membayar iuran pensiun ke dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp100.000,00. Berapakah pajak yang terutang atas bonus yang diterima Ben?

Pada gambar di bawah ini dapat dilihat penghitungan untuk seluruh penghasilan, termasuk bonus yang diterima oleh Ben.

Selanjutnya, gambar di bawah menunjukkan penghitungan PPh Pasal 21 atas penghasilan teratur saja.

PPh Pasal 21 atas bonus dihitung dari selisih hasil penghitungan tersebut. Maka dari itu, PPh Pasal 21 yang terutang atas bonus yang diterima oleh Ben adalah Rp565.000 – Rp90.000 = Rp475.000