Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa mengajak produsen otomotif Toyota untuk mempertimbangkan pemindahan basis manufaktur utamanya dari Thailand ke Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show pada Selasa (4/8/2026). Purbaya menyatakan bahwa pemerintah Indonesia siap menyediakan berbagai insentif yang dibutuhkan Toyota, dengan catatan perusahaan memindahkan fasilitas manufaktur utamanya ke Indonesia.
Di tengah tawaran tersebut, Pemerintah Thailand tengah menyiapkan restrukturisasi tarif cukai otomotif. tarif cukai yang lebih rendah akan diberikan kepada produsen yang mempertahankan basis produksinya di Thailand. Sebaliknya, kendaraan yang diimpor secara utuh atau completely built-up (CBU) akan dikenakan tarif cukai yang lebih tinggi. Kebijakan tersebut menimbang bahwa Thailand merupakan negara dengan basis produksi otomotif terbesar di kawasan ASEAN dengan kapasitas produksi sekitar 1,5 juta hingga 1,8 juta unit per tahun.
Selain mempertahankan basis produksi dalam negeri, restrukturisasi ditujukan untuk mengatasi perbedaan perlakuan tarif yang muncul akibat penerapan Free Trade Agreement (FTA). Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas menjelaskan bahwa kendaraan CBU dari sejumlah negara mitra FTA saat ini dapat memperoleh tarif bea masuk yang lebih rendah. Kondisi tersebut dinilai menciptakan perbedaan perlakuan dengan kendaraan yang diproduksi di Thailand, khususnya bagi produsen yang telah melakukan investasi fasilitas manufaktur di negara tersebut.
Karena ketentuan FTA membatasi kenaikan tarif bea masuk secara sepihak terhadap negara mitra, pemerintah Thailand memilih cukai sebagai instrumen untuk melakukan penyesuaian. Melalui skema yang dirancang, kendaraan yang dirakit secara lokal akan mendapatkan tarif cukai yang lebih rendah. Fasilitas tersebut akan diberikan kepada produsen yang memenuhi sejumlah persyaratan terkait aktivitas manufaktur di Thailand.
Persyaratan tersebut antara lain mencakup realisasi investasi manufaktur, peningkatan penggunaan komponen atau bahan baku lokal, serta produksi kendaraan untuk tujuan ekspor. Sementara itu, perusahaan yang hanya mengimpor kendaraan CBU tanpa melakukan investasi fasilitas produksi di Thailand akan dikenakan tarif cukai yang lebih tinggi. Penyusunan struktur baru cukai otomotif tersebut ditargetkan selesai pada September 2026 dan diharapkan dapat diterapkan sebelum akhir tahun 2026.




