Organisasi Internasional Ini Tidak dapat Memotong PPh Pasal 21

bacaan 3 Menit
World Flag Hands Globe  - mohamed_hassan / Pixabay
mohamed_hassan / Pixabay

Pemberi Kerja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hukum, atau badan-badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar upah atau imbalan. Disebutkan dalam Pasal 2 ayat (2) Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. 16/PJ/2016 (PER – 16/PJ/2016) yang tidak termasuk sebagai pemberi kerja yang mempunyai kewajiban untuk melakukan pemotongan pajak yaitu:

  • Kantor perwakilan negara asing.
  • Organisasi-organisasi internasional sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mengenai penetapan organisasi-organisasi internasional yang tidak termasuk subjek Pajak Penghasilan.
  • Organisasi-organisasi internasional yang ketentuan Pajak Penghasilannya didasarkan pada ketentuan perjanjian internasional dan dalam perjanjian internasional tersebut mengecualikan kewajiban pemotongan pajak, serta organisasi-organisasi dimaksud telah ditetapkan oleh Menteri Keuangan.
  • Pemberi kerja orang pribadi yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang semata-mata mempekerjakan orang pribadi untuk melakukan pekerjaan rumah tangga atau pekerjaan bukan dalam rangka melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.

Organisasi Internasional Bukan Subjek Pajak Penghasilan

Sebagaimana ketentuan di atas, Organisasi Internasional tidak termasuk sebagai pemberi kerja yang bukan pemotong PPh Pasal 21 karena Organisasi Internasional tidak termasuk Subjek Pajak Penghasilan.

Organisasi Internasional yang tidak termasuk Subjek Pajak Penghasilan apabila memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Indonesia menjadi anggota organisasi tersebut; dan
  2. tidak menjalankan usaha atau kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia selain pemberian pinjaman kepada Pemerintah yang dananya berasal dari iuran para anggota.

Jenis Organisasi Internasional yang Bukan Pemotong PPh Pasal 21

Organisasi Internasional yang Tidak berkewajiban memotong Pajak Penghasilan Pasal 21 diatur dalam lampiran Peraturan Menteri Keuangan No. 156/PMK.010/2015. Organisasi-organisasi internasional tersebut adalah:

  1. IBRD (International Bank for Reconstruction and Development)
  2. IMF (International Monetary Fund)
  3. UNDP (United Nations Development Programme)
  4. FAO (Food and Agricultural Organization)
  5. ILO (International Labour Organization)
  6. UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees)
  7. UNIC (United Nations Information Centre)
  8. UNICEF (United Nations Children’s Fund)
  9. UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization)
  10. WHO (World Health Organization)
  11. World Bank
  12. Asean Secretariat
  13. SEAMEO (South East Asian Minister of Education Organization)
  14. ACE (The ASEAN Centre for Energy)
  15. NORAD (The Norwegian Agency for International Development)
  16. Plan International Inc
  17. PCI (Project Concern International)
  18. IDRC (The International Development Research Centre)
  19. NLRA (The Netherlands Leprosy Relief Association)
  20. The Commission of The European Communities
  21. OISCA INT. (The Organization for Industrial, Spiritual and Cultural Advancement International)
  22. World Relief Cooperation
  23. APCU (The Asean Heads of Population Coordination Unit)
  24. SIL (The Summer Institute of Linguistics, Inc.)
  25. IPC (The International Pepper Community)
  26. APCC (Asian Pacific Coconut Community)
  27. INTELSAT (International Telecommunication Satellite Organization)
  28. People Hope of Japan (PHJ) dan Project Hope
  29. CIP (The International Potato Centre)
  30. ICRC (The International Committee of Red Cross)
  31. Terre Des Hommes Netherlands
  32. Wetlands International
  33. HKI (Helen Keller International, Inc.)
  34. Taipei Economic and Trade Office
  35. Vredeseilanden Country Office (VECO) Belgia
  36. KAS (Konrad Adenauer Stiftung)
  37. Program for Appropriate Technology in Health, USA-PATH
  38. Save the Children-US dan Save the Children-UK
  39. CIFOR (The Center for International Forestry Research)
  40. Kyoto University-Jepang
  41. ICRAF (the International Centre for Research in Agroforestry)
  42. Swisscontact-Swiss Foundation for Technical Cooperation
  43. Winrock International
  44. Stichting Tropenbos
  45. The Moslem World League (Rabithah)
  46. NEDO (The New Energy and Industrial Technology Development Organization)
  47. HSF (Hans Seidel Foundation)
  48. DAAD (Deutscher Achademischer Austauschdienst)
  49. WCS (The Wildlife Conservation Society)
  50. BORDA (The Bremen Overseas Research and Development Association)
  51. ASEAN Foundation
  52. SOCSEA (Sub Regional Office of CIRDAP in Southeast Asia)
  53. IMC (International Medical Corps)
  54. KNCV (Koninklijke Nederlands Centrale Vereniging tot Bestrijding der Tuberculosis)
  55. Asia Foundation
  56. The British Council
  57. CARE (Cooperative for American Relief Everywhere Incorporation)
  58. CCF (Christian Children’s Fund)
  59. CWS (Church World Service)
  60. The Ford Foundation
  61. FES (Friedrich Ebert Stiftung)
  62. FNS (Friedrich Neumann Stiftung)
  63. IRRI (International Rice Research Institute)
  64. Leprosy Mission
  65. OXFAM (Oxford Committee for Famine Relief)
  66. WE (World Education, Incorporated, USA)
  67. KOICA (Korea International Cooperation Agency)
  68. ERIA (Economic Research Institute for ASEAN and East Asia)
  69. JETRO (Japan External Trade Organization)
  70. IFRC (International Federation of Red Cross and Red Cresent Societies

Categories: Tax Learning

Artikel Terkait