Tax Learning

  • 26 Mei 2017
  • Tim Redaksi Ortax, Ortax.org

Sharing Forum : Telat lapor SPT tahunan 2016, bisa dikirim lewat pos ?

telat laporKutipan Forum  :  Telat lapor SPT tahunan 2016, bisa dikirim lewat pos ?
Kategori Forum   :  PPh
Link  :  http://ortax.org/ortax/?mod=forum&page=show&idtopik=69120
Pencetus  :  kkterra

Pertanyaan :
Rekan2, tahun ini saya telat untuk lapor SPT 2016. Apakah spt saya bisa dikirim melalui kurir seperti JNE?
Terima kasih.
 
 
Tanggapan Member Ortax :

abrahamchandra
boleh pakai pos atau JNE, untuk tanggal 29-30 april 2017. tapi kalau sudah diatas tanggal 1 mei 2017 maka akan terkena denda 1 juta perbulan.. demikian rekan

kkterra
tax reman abraham. bukan dendanya 100 ribu ya untuk OP? kalau diatas 1 mei 2017 masih boleh dikirim pakai JNE?

myst3ro
Betul gan, utk SPT Tahunan OP 100 ribu sementara badan 1jt. Aturannya di pasal 7 UU KUP. Di atas 1 mei masih boleh kirim pakai JNE atau pos, tp hitungannya telat lapor..

Kyloren
tetap sudah telat jatuhnya rekan, mending lapor efiling daripada keluar ongkos lagi


Tanggapan Tim Redaksi Ortax :
  1. Berdasarkan Pasal 8 Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 243/PMK.03/2014 tentang Surat Pemberitahuan (SPT), Penyampaian SPT oleh Wajib Pajak ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau tempat lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak, dapat dilakukan melalui :
    1. secara langsung;
    2. melalui pos dengan bukti pengiriman surat; atau
    3. dengan cara lain, yaitu melalui :
      • perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dengan bukti pengiriman surat; atau
      • saluran tertentu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak sesuai dengan perkembangan teknologi informasi.
  2. Untuk penyampaian SPT secara langsung ke KPP terdaftar atau saluran tertentu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak melalui e-Filing diberikan bukti penerimaan.
  3. Sedangkan Bukti pengiriman surat untuk penyampaian SPT melalui kantor pos  atau melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dianggap sebagai bukti penerimaan sepanjang SPT tersebut lengkap. 
  4. Mekanisme penyampaian atau pelaporan SPT ini pun berlaku secara mutatis mutandis terhadap bukti penerimaan penyampaian pemberitahuan perpanjangan SPT Tahunan sesuai dengan pasal 15 Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 243/PMK.03/2014 bagi Wajib Pajak yang melakukan pemberitahuan perpanjangan penyampaian SPT Tahunan.
  5. Apabila SPT Tahunan Badan tidak disampaikan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan maka Wajib Pajak akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda yaitu sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah.

Berdasarkan penjelasan pada poin 1 sampai dengan 5, maka dapat disimpulkan bahwa pelaporan SPT melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir diperbolehkan berdasarkan penjelasan pada poin 1 diatas.

Namun perlu diketahui bahwa SPT yang disampaikan melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir baru dapat dianggap sebagai bukti lapor apabila SPT yang disampaikan tersebut  sudah dianggap lengkap oleh petugas pajak pada saat diterimanya SPT berdasarkan penjelasan pada poin 3 diatas.
  • 26 Mei 2017
  • Tim Redaksi Ortax, Ortax.org