Pengadilan Pajak

Putusan Mahkamah Agung Nomor : 3458/B/PK/Pjk/2019

  • Putusan Mahkamah Agung
  • PPN dan PPnBM
  • 2019

 
PUTUSAN
Nomor 3458/B/PK/Pjk/2019

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

MAHKAMAH AGUNG

memeriksa perkara pajak pada peninjauan kembali telah memutus dalam perkara:
DIREKTUR JENDERAL PAJAK, tempat kedudukan di Jalan Jenderal AF Kav. X0-XX, Jakarta XXXX0;
Dalam hal ini diwakili oleh kuasa Teguh AA, jabatan Direktur Keberatan dan Banding Direktorat Jenderal Pajak, dan kawan-kawan, berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor SKU-1373/PJ/2019, tanggal 12 Maret 2019;
Pemohon Peninjauan Kembali;

Lawan

PT FGH, beralamat di Jalan BB, Nomor XX, RT 00X, RW 00X, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, X0XX0, yang diwakili oleh Ir. CC, jabatan Direktur PT FGH;
Termohon Peninjauan Kembali;
Mahkamah Agung tersebut;
Membaca surat-surat yang bersangkutan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari putusan ini;
Menimbang, bahwa berdasarkan surat-surat yang bersangkutan, ternyata Pemohon Peninjauan Kembali telah mengajukan permohonan peninjauan kembali terhadap Putusan Pengadilan Pajak Nomor Put.115828.16/2012/PP/M.IIA Tahun 2018, tanggal 11 Desember 2018 yang telah berkekuatan hukum tetap, dalam perkaranya melawan Termohon Peninjauan Kembali dengan petitum banding sebagai berikut:
  1. Mengabulkan banding dari Pemohon Banding seluruhnya;
  2. Menyatakan batal Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-00335/KEB/WPJ.06/2017 tanggal 19 Juli 2017, tentang Keberatan Wajib Pajak atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Masa Pajak April 2012 Nomor 00029/207/12/073/16 tanggal 6 Juni 2016, atas nama PT FGH;
  3. Menurut Pemohon Banding perhitungan PPN Kurang (Lebih) Bayar untuk Masa Pajak April 2012 seharusnya adalah sebagai berikut:
    no Uraian Pemohon Banding (Rp)
    1 Dasar Pengenaan Pajak:
    a. Ekspor  12.446.720.000
    b. Penyerahan yang PPN dipungut sendiri -
    c. Penyerahan yang PPN dipungut oleh Pemungut PPN -
    d. Penyerahan yang tidak dipungut  13.734.104.912
    e. Penyerahan yang dibebaskan dari pengenaan PPN  17.428.628.000
    Jumlah seluruh penyerahan  43.609.452.912
    Pemanfaatan JKP dari Luar daerah Pabean -
    2 Penghitungan PPN kurang bayar
    a. Pajak Keluaran yg harus dipungut/dibayar -
    b. Pajak Masukan yg dapat diperhitungkan  2.648.296.644
    c. Jumlah perhitungan PPN kurang bayar  (2.648.296.644)
    3 Kelebihan Pajak Yang Dikompensasikan ke Masa Berikutnya 2.648.296.644
    4 PPN yang kurang (lebih) dibayar -
    5 a. Sanksi administrasi Pasal 13 (2) KUP -
    b. Sanksi administrasi Pasal 13 (3) KUP -
Menimbang, bahwa atas banding tersebut, Terbanding mengajukan Surat Uraian Banding tanggal 21 November 2017;
Menimbang, bahwa amar Putusan Pengadilan Pajak Nomor Put.115828.16/2012/PP/M.IIA Tahun 2018, tanggal 11 Desember 2018 yang telah berkekuatan hukum tetap tersebut adalah sebagai berikut:
Mengabulkan seluruhnya banding Pemohon Banding atas Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-00335/KEB/WPJ.06/2017 tanggal 19 Juli 2017, tentang Keberatan Wajib Pajak atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Masa Pajak April 2012 Nomor 00029/207/12/073/16 tanggal 6 Juni 2016, atas nama PT FGH, NPWP 0X.XXX.XX0.X-0XX.000, beralamat di Jalan BB, Nomor XX, RT 00X, RW 00X, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, X0XX0, dengan perhitungan sebagai berikut:

no Uraian Pemohon Banding (Rp)
1 Dasar Pengenaan Pajak:
a. Ekspor  12.446.720.000
b. Penyerahan yang PPN dipungut sendiri -
c. Penyerahan yang PPN dipungut oleh Pemungut PPN -
d. Penyerahan yang tidak dipungut  13.734.104.912
e. Penyerahan yang dibebaskan dari pengenaan PPN  17.428.628.000
Jumlah seluruh penyerahan  43.609.452.912
Pemanfaatan JKP dari Luar daerah Pabean -
2 Penghitungan PPN kurang bayar
a. Pajak Keluaran yg harus dipungut/dibayar -
b. Pajak Masukan yg dapat diperhitungkan  2.648.296.644
c. Jumlah perhitungan PPN kurang bayar  (2.648.296.644)
3 Kelebihan Pajak Yang Dikompensasikan ke Masa Berikutnya 2.648.296.644
4 PPN yang kurang (lebih) dibayar -

Menimbang, bahwa sesudah putusan terakhir ini diberitahukan kepada Pemohon Peninjauan Kembali pada tanggal 22 Desember 2018, kemudian terhadapnya oleh Pemohon Peninjauan Kembali diajukan permohonan peninjauan kembali secara tertulis di Kepaniteraan Pengadilan Pajak pada tanggal 15 Maret 2019 dengan disertai alasan-alasannya yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Pajak tersebut pada tanggal 15 Maret 2019;

Menimbang, bahwa permohonan peninjauan kembali a quo beserta alasan-alasannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan saksama, diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009, juncto Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, maka permohonan peninjauan kembali tersebut secara formal dapat diterima;
Menimbang, bahwa berdasarkan Memori Peninjauan Kembali yang diterima tanggal 15 Maret 2019 yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Putusan ini, Pemohon Peninjauan Kembali memohon kepada Mahkamah Agung untuk memberikan putusan sebagai berikut:
  1. Menerima dan mengabulkan permohonan peninjauan kembali atas Putusan Pengadilan Pajak Nomor Put.115828.16/2012/PP/M.IIA Tahun 2018 tanggal 11 Desember 2018 yang dimohonkan Pemohon Peninjauan Kembali untuk seluruhnya;
  2. Membatalkan Putusan Pengadilan Pajak Nomor Put.115828.16/2012/-PP/M.IIA Tahun 2018 tanggal 11 Desember 2018 untuk seluruhnya, karena Putusan Pengadilan tersebut telah dibuat bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku;
  3. Dengan mengadili sendiri:
    3.1.
    Menolak permohonan banding Termohon Peninjauan Kembali;
    3.2.
    Menyatakan bahwa penerbitan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-00335/KEB/WPJ.06/2017 tanggal 19 Juli 2017, tentang Keberatan Wajib Pajak atas SKPKB PPN Barang dan Jasa Masa Pajak April 2012 Nomor 00029/207/12/073/16 tanggal 6 Juni 2016, atas nama PT FGH, NPWP 0X.XXX.XX0.X-0XX.000, beralamat di Jalan BB, Nomor XX, RT 00X, RW 00X, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, X0XX0, adalah telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku sehingga oleh karenanya telah sah dan berkekuatan hukum;
    3.3.
    Menyatakan bahwa penerbitan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Masa Pajak April 2012 Nomor 00029/207/12/073/16 tanggal 6 Juni 2016, atas nama PT FGH, NPWP 0X.XXX.XX0.X-0XX.000, beralamat di Jalan BB, Nomor XX, RT 00X, RW 00X, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, X0XX0, adalah telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku sehingga oleh karenanya telah sah dan berkekuatan hukum;
    3.4. Menghukum Termohon Peninjauan Kembali untuk membayar semua biaya dalam perkara a quo; Atau:
Apabila Majelis Hakim Mahkamah Agung yang memeriksa dan mengadili permohonan Peninjauan Kembali ini berpendapat lain, maka mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);
Menimbang, bahwa terhadap Memori Peninjauan Kembali tersebut, Termohon Peninjauan Kembali telah mengajukan Kontra Memori Peninjauan Kembali pada tanggal 23 April 2019 yang pada intinya Putusan Pengadilan Pajak sudah tepat dan benar serta menolak permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali;
Menimbang, bahwa terhadap alasan-alasan peninjauan kembali tersebut, Mahkamah Agung berpendapat:

Bahwa alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali tidak dapat dibenarkan, karena Putusan Pengadilan Pajak yang menyatakan mengabulkan seluruhnya banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Terbanding Nomor KEP-00335/KEB/WPJ.06/2017 tanggal 19 Juli 2017, tentang Keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa Masa Pajak April 2012 Nomor 00029/207/12/073/16 tanggal 6 Juni 2016, atas nama Pemohon Banding, NPWP 0X.XXX.XX0.X-0XX.000, sehingga pajak yang masih harus dibayar menjadi nihil, adalah sudah tepat dan benar dengan pertimbangan:
  1. Bahwa alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali dalam perkara a quo yaitu Koreksi Pajak Masukan yang dapat diperhitungkan terkait dengan kebun sebesar Rp110.277.286,00, yang tidak dapat dipertahankan oleh Majelis Hakim Pengadilan Pajak tidak dapat dibenarkan, karena setelah meneliti dan menguji kembali dalil-dalil yang diajukan dalam Memori Peninjauan Kembali oleh Pemohon Peninjauan Kembali dihubungkan dengan Kontra Memori dari Termohon Peninjauan Kembali tidak dapat menggugurkan fakta-fakta dan melemahkan bukti-bukti yang terungkap dalam persidangan serta pertimbangan hukum Majelis Pengadilan Pajak, karena dalam perkara a quo Pajak Masukan yang penyerahan atas BKP yang dibebaskan dari pengenaan PPN, maka didalilkan oleh Terbanding sekarang Pemohon Peninjauan Kembali tidak dapat dikreditkkan. Bahwa kegiatan Pemohon Banding sekarang Termohon Peninjauan Kembali melakukan pengolahan terpadu dari Kebun Sawit menghasilkan Tandan Buah Segar (TBS) yang pada dasarnya merupakan Barang Kena Pajak (BKP) Tertentu yang bersifat strategis yang dibebaskan dari pengenaan PPN, kemudian dari pada itu, Tandan Buah Segar (TBS) dimaksud diolah menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) yang merupakan Barang Kena Pajak. Lagi pula Pemohon Banding sekarang Termohon Peninjauan Kembali hanya menyerahkan Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) serta menyertakan fakta-fakta dan bukti-bukti yang dapat menggugurkan dalil-dalil Terbanding sekarang Pemohon Peninjauan Kembali yang telah diperiksa, diputus dan diadili oleh Majelis Pengadilan Pajak dengan benar, sehingga Majelis Hakim Agung mengambil alih pertimbangan hukum dan menguatkan Putusan Pengadilan Pajak a quo dan oleh karenanya koreksi Terbanding (sekarang Pemohon Peninjauan Kembali) dalam perkara a quo tidak dapat dipertahankan karena tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagaimana diatur dalam Pasal 1A, Pasal 9 ayat (5) dan ayat (6) serta Pasal 16B ayat (3) Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai juncto Pasal 2 ayat (1) huruf a angka (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 575/KMK.04/2000;
  2. Bahwa dengan demikian, alasan-alasan permohonan Pemohon Peninjauan Kembali tidak dapat dibenarkan karena bersifat pendapat yang tidak bersifat menentukan karena tidak terdapat Putusan Pengadilan Pajak yang nyata-nyata bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagaimana diatur dalam Pasal 91 huruf e Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, sehingga pajak yang masih harus dibayar dihitung kembali menjadi sebesar Rp0,00 (nihil), dengan perincian sebagai berikut:
    no Uraian Pemohon Banding (Rp)
    1 Dasar Pengenaan Pajak:
    a. Ekspor  12.446.720.000
    b. Penyerahan yang PPN dipungut sendiri -
    c. Penyerahan yang PPN dipungut oleh Pemungut PPN -
    d. Penyerahan yang tidak dipungut  13.734.104.912
    e. Penyerahan yang dibebaskan dari pengenaan PPN  17.428.628.000
    Jumlah seluruh penyerahan  43.609.452.912
    2 Penghitungan PPN kurang bayar
    a. Pajak Keluaran yg harus dipungut/dibayar -
    b. Pajak Masukan yg dapat diperhitungkan  2.648.296.644
    c. Jumlah perhitungan PPN kurang bayar  (2.648.296.644)
    3 Kelebihan Pajak Yang Dikompensasikan ke Masa Berikutnya 2.648.296.644
    4 PPN yang kurang (lebih) dibayar -

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan di atas, maka permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh Pemohon Peninjauan Kembali tersebut adalah tidak beralasan sehingga harus ditolak;
Menimbang, bahwa karena permohonan peninjauan kembali ditolak, maka biaya perkara dalam peninjauan kembali ini harus dibebankan kepada Pemohon Peninjauan Kembali;
Memperhatikan pasal-pasal dari Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, serta peraturan perundang-undangan yang terkait;

MENGADILI:

  1. Menolak permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali DIREKTUR JENDERAL PAJAK;
  2. Menghukum Pemohon Peninjauan Kembali membayar biaya perkara pada Peninjauan Kembali sejumlah Rp2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu Rupiah);

Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim pada hari Rabu, tanggal 16 Oktober 2019, oleh Dr. H.M. XYZ, S.H., M.S., Hakim Agung yang ditetapkan oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Majelis, bersama-sama dengan H. FFF, S.H., M.H., dan Dr. GGG, S.H., C.N., Hakim-Hakim Agung sebagai Anggota, dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Ketua Majelis dengan dihadiri Hakim-Hakim Anggota tersebut, dan HHH, Panitera Pengganti tanpa dihadiri oleh para pihak.


Anggota Majelis :

ttd.
H. FFF, S.H., M.H.,

ttd.
Dr. GGG, S.H., C.N.,

Ketua Majelis,

ttd.
Dr. H.M. XYZ, S.H., M.S.,


 




Panitera Pengganti,

ttd.
HHH,


Biaya - biaya : 
1. Meterai......................  Rp       6.000,00
2. Redaksi ....................  Rp       5.000,00
3. Administrasi .............  Rp 2.489.000,00
    Jumlah .....................  Rp 2.500.000,00

Untuk salinan
Mahkamah Agung RI
atas nama Panitera
Panitera Muda Tata Usaha Negara,


H. RTY, S.H.
NIP XXXX0XXX XXXX0X X 00X


Sumber : Sekretariat Pengadilan Pajak



back to top