Berita

  • 4 Agust 2021
  • Harian Bisnis Indonesia

Hapus Denda Pajak 7 Sektor

Bisnis, CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon memberlakukan penghapusan denda pajak bagi masyarakat. Kebijakan tersebut dilakukan untuk meringankan beban wajib pajak pada masa pandemi Covid-19 serta dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan, saat ini banyak warga di Kabupaten Cirebon yang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Menurutnya, penghapusan denda pajak tersebut sebagai cara mempercepat pemulihan ekonomi.

Kebijakan tersebut, kata Imron, berlaku mulai Agustus hingga September 2021. “Hal ini untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dan sebagai upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya Pajak Daerah dalam kondisi pandemi ini,” kata Imron, Selasa (3/8).

Penghapusan denda pajak tersebut berlaku untuk tujuh sektor, yaitu pembayaran pajak hotel, restoran, hiburan, parkir, reklame, pajak mineral bukan logam dan pajak bumi bangunan (PBB).

Imron mengatakan, selama pandemi Covid-19 dan ditambah dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyara-kat (PPKM), wajib pajak di tujuh sektor tersebut, sebagiannya terlambat membayar. Sementara lainnya, tidak mampu membayar.

“Masyarakat diminta segera membayarkan, kalau lebih dari bulan yang ditentukan akan kembali diberlakukan sanksi denda,” kata Bupati Imron.

Imron mengimbau kepada seluruh wajib pajak untuk memanfaatkan program tersebut, sehinggga laju pembangunan di Kabupaten Cirebon tetap berjalan dan penanganan pandemi bisa cepat dilaksanakan.

Pembayaran pajak tersebut bisa dilakukan di tempat pembayaran yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon, yakni, Kantor Kas BJB, Payment point BJB, BJB Digi, Indomaret, Alfamart, Tokopedia, dan Bukalapak.

“Tujuan kami ingin membantu masyarakat agar tetap membayarkan pajak, namun tidak membebankan dengan dendanya. 
Pembayaran juga bisa di rumah atau melalui handphone,” katanya.

CAPAIAN PENDAPATAN

Sementara itu, Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Cirebon menyatakan hingga triwulan kedua 2021 capaian pendapatan pajak di Kabupaten Cirebon mencapai angka Rp109 miliar.

Kepala Bappenda Kabupaten Cirebon Deni Agustin mengatakan pajak yang berhasil dihimpun hingga triwulan kedua ini melebihi target yang sebelumnya sudah ditentukan, yakni Rp97 miliar.

“Artinya kami melebihi capaian target mencapai 112% dari semua jenis pajak,” kata Deni.

Meskipun begitu, kata Deni, pajak dari hotel dan hiburan tidak tercapai pada periode tersebut. Hal itu karena diterapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Deni mengatakan, selama pemberlakuan tersebut, industri hotel dan hiburan di Kabupaten Cirebon terpuruk, sebagiannya terpaksa karena adanya kebijakan penutupan oleh Satgas Penanganan Covid-19.

“Hiburan itu dilarang beroperasi sehingga untuk pencapaian pajak di hiburan ini tidak tercapai dan untuk hotel kunjungan hanya 5 sampai 10% saja sehingga capaian target tidak tercapai,” kata Deni.

Sebelumnya, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon menyatakan, sebanyak 26 hotel kabupaten tersebut terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Kabupaten Cirebon Nana Mulyana mengatakan, keterpurukan tersebut terjadi karena minimnya jumlah kunjungan. Sebagian besar hotel hanya menerima tiga hingga tujuh kunjungan saja per harinya.

“Kunjungan hotel di Kabupaten Cirebon berkaitan dengan keberadaan objek wisata, otomatis pasti hilang,” kata Nana.

Nana mengatakan, penyebab lain minimnya kunjungan hotel pun terjadi karena adanya penyekatan jalan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon.

Ia menambahkan, sebagian hotel di Kabupaten Cirebon berada di wilayah hukum kepolisian yang ada di Kota Cirebon. “Jalan ditutup juga pengaruh, masyarakat juga harus mutar-mutar mencari jalan,” katanya.

Nana mengatakan, untuk mengurangi dampak tersebut pemerintah daerah sudah mengajukan kepada pemerintah provinsi terkait bantuan kepada pekerja hotel, seni, dan pariwisata di Kabupaten Cirebon.


  • 4 Agust 2021
  • Harian Bisnis Indonesia