Berita

  • 22 Jan 2020
  • Harian Bisnis Indonesia

Chandra Asri Peroleh Tax Holiday

Bisnis, JAKARTA — Kepastian ber dan investasi di sektor industri pionir menguat menyusul adanya tax holiday yang diperoleh PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA).

Insentif perpajakan tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan kompleks petrokimia kedua melalui anak usahanya PT Chandra Asri Perkasa.

Seperti diketahui, TPIA telah menetapkan pengembangan kompleks petrokimia kedua melalui PT Chandra Asri Perkasa dengan nilai investasi sedikitnya US$4 miliar-US$5 miliar. Proyek anyar tersebut dijadwalkan rampung pada 2024 dan menciptakan lapangan kerja hingga 25.000 orang saat puncak pekerjaan konstruksi berlangsung.

Fasilitas baru tersebut diharapkan membantu mengurangi impor produk petrokimia Indonesia dan sekaligus meningkatkan perekonomian hilir dalam negeri serta meningkatkan neraca pembayaran negara.

Presiden Direktur TPIA Erwin Ciputra mengatakan besaran insentif pembebasan pajak yang diperoleh perseroan mencapai 100% untuk Pajak Penghasilan Badan PT Chandra Asri Perkasa pada 20 tahun pertama beroperasi. Selain itu, pada 2 tahun berikutnya anak usaha tersebut masih akan mendapatkan pembebasan pajak hingga 50%.

Menurutnya, pemberian tax holiday tersebut menjadi bukti nyata dari keseriusan pemerintah untuk mengembangkan industri nasional. Tax holiday yang diberikan kepada industri pionir ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong investasi di Indonesia dan memacu pertumbuhan ekonomi.

“Kami menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Kementerian Keuangan dan Pemerintah Indonesia atas dukungan yang berkelanjutan terhadap peningkatan iklim investasi secara keseluruhan dan kemudahan dalam melakukan,” kata Erwin melalui keterangan resmi, Selasa (21/1).

Apalagi, jelasnya, saat ini Indonesia masih merupakan net importir produk petrokimia dengan lebih dari 50% impor Olefi ns dan Polyolefins. “Kebijakan ini tidak hanya akan membantu para pelaku seperti Chandra Asri dalam mengamankan investasi yang dibutuhkan. Namun juga menandakan komitmen Indonesia untuk menarik investor.”

Dia mengatakan fa si litas produksi kedua itu akan melipat gandakan kapasitas produksi Chandra Asri saat ini, yaitu dari 4 ju ta ton per tahun menjadi 8 juta ton per tahun dengan diversifi kasi produk, a.l. Polyethylene, Poly propylene, dan aromatics (Benzene, Toluene, dan Xylene).


  • 22 Jan 2020
  • Harian Bisnis Indonesia