Informasi Pajak Terkini Forums PPh Badan perusahaan sdh tidak aktif dari 1 th lalu, apakah lapor pph final 1% atau pph 25 nihil

  • perusahaan sdh tidak aktif dari 1 th lalu, apakah lapor pph final 1% atau pph 25 nihil

     Chris Chen updated 8 years, 9 months ago 4 Members · 43 Posts
  • hanif

    Member
    19 February 2014 at 3:39 pm
    Originaly posted by cmarcus:

    iya…
    sama sekali belum beroperasi…

    thx

    kalau gitu pakai mekanisme PPh 25 nihil lantaran SPT Tahunan PPh 2013 masih nihil

    Salam

  • Chris Chen

    Member
    19 February 2014 at 3:40 pm

    makasih rekan hanif..
    jadi saya tidak usah menyetorkan PPh final omset 1% itu yah
    soalnya belum diketahui omset pertahunnya..

    dasar peraturannya di PP46 pasal brp yah rekan

    Thx

  • Chris Chen

    Member
    19 February 2014 at 3:40 pm

    makasih rekan hanif..
    jadi saya tidak usah menyetorkan PPh final omset 1% itu yah
    soalnya belum diketahui omset pertahunnya..

    dasar peraturannya di PP46 pasal brp yah rekan

    Thx

  • Chris Chen

    Member
    19 February 2014 at 3:40 pm

    makasih rekan hanif..
    jadi saya tidak usah menyetorkan PPh final omset 1% itu yah
    soalnya belum diketahui omset pertahunnya..

    dasar peraturannya di PP46 pasal brp yah rekan

    Thx

  • hanif

    Member
    19 February 2014 at 3:49 pm

    PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
    NOMOR 107/PMK.011/2013

    PT Andalan yang bergerak di bidang usaha industri pengolahan gula didirikan pada tahun 2012 dan pada tahun yang sama mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak badan di KPP Z. PT Andalan menggunakan tahun buku Januari-Desember. Sampai dengan bulan Oktober 2013 PT Andalan masih terus melakukan kegiatan
    investasi dalam bentuk pembangunan pabrik dan instalasi mesin-mesin industri dan belum melakukan kegiatan operasi secara komersial.
    Pada tanggal 1 November 2013 PT Andalan mulai melakukan kegiatan operasi secara komersial berupa produksi gula dalam kemasan.
    Sesuai ketentuan Pasal 7 Peraturan Menteri ini, maka untuk Tahun Pajak 2013, PT Andalan dikenai Pajak Penghasilan berdasarkan tarif umum Undang-Undang Pajak Penghasilan. Mengingat bahwa 1 (satu) tahun sejak beroperasi secara komersial melewati Tahun Pajak yang bersangkutan maka sesuai ketentuan Pasal 7 ayat (2), sampai dengan akhir Tahun Pajak 2014, Wajib Pajak masih dikenai Pajak Penghasilan berdasarkan tarif umum Undang-Undang Pajak Penghasilan.
    Dalam hal peredaran bruto usaha PT Andalan sampai dengan tanggal 31 Oktober 2014 (satu tahun sejak mulai beroperasi komersial) telah melebihi Rp 4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah), maka mulai Tahun Pajak 2015 PT Andalan dikenai Pajak Penghasilan berdasarkan tarif umum
    Undang-Undang Pajak Penghasilan.
    Dalam hal peredaran bruto usaha PT Andalan sampai dengan tanggal 31 Oktober 2014 tidak melebihi Rp4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah) maka pengenaan Pajak Penghasilan untuk Tahun Pajak 2015 memperhatikan peredaran bruto Januari sampai dengan Desember 2014.

  • hanif

    Member
    19 February 2014 at 3:49 pm

    PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
    NOMOR 107/PMK.011/2013

    PT Andalan yang bergerak di bidang usaha industri pengolahan gula didirikan pada tahun 2012 dan pada tahun yang sama mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak badan di KPP Z. PT Andalan menggunakan tahun buku Januari-Desember. Sampai dengan bulan Oktober 2013 PT Andalan masih terus melakukan kegiatan
    investasi dalam bentuk pembangunan pabrik dan instalasi mesin-mesin industri dan belum melakukan kegiatan operasi secara komersial.
    Pada tanggal 1 November 2013 PT Andalan mulai melakukan kegiatan operasi secara komersial berupa produksi gula dalam kemasan.
    Sesuai ketentuan Pasal 7 Peraturan Menteri ini, maka untuk Tahun Pajak 2013, PT Andalan dikenai Pajak Penghasilan berdasarkan tarif umum Undang-Undang Pajak Penghasilan. Mengingat bahwa 1 (satu) tahun sejak beroperasi secara komersial melewati Tahun Pajak yang bersangkutan maka sesuai ketentuan Pasal 7 ayat (2), sampai dengan akhir Tahun Pajak 2014, Wajib Pajak masih dikenai Pajak Penghasilan berdasarkan tarif umum Undang-Undang Pajak Penghasilan.
    Dalam hal peredaran bruto usaha PT Andalan sampai dengan tanggal 31 Oktober 2014 (satu tahun sejak mulai beroperasi komersial) telah melebihi Rp 4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah), maka mulai Tahun Pajak 2015 PT Andalan dikenai Pajak Penghasilan berdasarkan tarif umum
    Undang-Undang Pajak Penghasilan.
    Dalam hal peredaran bruto usaha PT Andalan sampai dengan tanggal 31 Oktober 2014 tidak melebihi Rp4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah) maka pengenaan Pajak Penghasilan untuk Tahun Pajak 2015 memperhatikan peredaran bruto Januari sampai dengan Desember 2014.

  • hanif

    Member
    19 February 2014 at 3:49 pm

    PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
    NOMOR 107/PMK.011/2013

    PT Andalan yang bergerak di bidang usaha industri pengolahan gula didirikan pada tahun 2012 dan pada tahun yang sama mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak badan di KPP Z. PT Andalan menggunakan tahun buku Januari-Desember. Sampai dengan bulan Oktober 2013 PT Andalan masih terus melakukan kegiatan
    investasi dalam bentuk pembangunan pabrik dan instalasi mesin-mesin industri dan belum melakukan kegiatan operasi secara komersial.
    Pada tanggal 1 November 2013 PT Andalan mulai melakukan kegiatan operasi secara komersial berupa produksi gula dalam kemasan.
    Sesuai ketentuan Pasal 7 Peraturan Menteri ini, maka untuk Tahun Pajak 2013, PT Andalan dikenai Pajak Penghasilan berdasarkan tarif umum Undang-Undang Pajak Penghasilan. Mengingat bahwa 1 (satu) tahun sejak beroperasi secara komersial melewati Tahun Pajak yang bersangkutan maka sesuai ketentuan Pasal 7 ayat (2), sampai dengan akhir Tahun Pajak 2014, Wajib Pajak masih dikenai Pajak Penghasilan berdasarkan tarif umum Undang-Undang Pajak Penghasilan.
    Dalam hal peredaran bruto usaha PT Andalan sampai dengan tanggal 31 Oktober 2014 (satu tahun sejak mulai beroperasi komersial) telah melebihi Rp 4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah), maka mulai Tahun Pajak 2015 PT Andalan dikenai Pajak Penghasilan berdasarkan tarif umum
    Undang-Undang Pajak Penghasilan.
    Dalam hal peredaran bruto usaha PT Andalan sampai dengan tanggal 31 Oktober 2014 tidak melebihi Rp4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah) maka pengenaan Pajak Penghasilan untuk Tahun Pajak 2015 memperhatikan peredaran bruto Januari sampai dengan Desember 2014.

  • Chris Chen

    Member
    19 February 2014 at 4:03 pm

    thx rekan..

  • Chris Chen

    Member
    19 February 2014 at 4:03 pm

    thx rekan..

  • Chris Chen

    Member
    19 February 2014 at 4:03 pm

    thx rekan..

  • Dora88

    Member
    19 February 2014 at 4:45 pm

    Originaly posted by hanif:
    pph 4(2) nihil.

    Rekan hanif,

    saya baru pertama x dengar pph 4 (2) lapor nihil. benar ya ada skrg ini.

    karena PPh 4 (2) itu tdk wajib di laporkan, kalau tidak ada penghasilan dari PPh final.

    yang wajib dilapor hanya PPh pasal 21 & 25 (setahu saya)

  • Dora88

    Member
    19 February 2014 at 4:45 pm

    Originaly posted by hanif:
    pph 4(2) nihil.

    Rekan hanif,

    saya baru pertama x dengar pph 4 (2) lapor nihil. benar ya ada skrg ini.

    karena PPh 4 (2) itu tdk wajib di laporkan, kalau tidak ada penghasilan dari PPh final.

    yang wajib dilapor hanya PPh pasal 21 & 25 (setahu saya)

  • Dora88

    Member
    19 February 2014 at 4:45 pm

    Originaly posted by hanif:
    pph 4(2) nihil.

    Rekan hanif,

    saya baru pertama x dengar pph 4 (2) lapor nihil. benar ya ada skrg ini.

    karena PPh 4 (2) itu tdk wajib di laporkan, kalau tidak ada penghasilan dari PPh final.

    yang wajib dilapor hanya PPh pasal 21 & 25 (setahu saya)

Viewing 31 - 43 of 43 replies

Original Post
0 of 0 posts June 2018
Now