Media Komunitas Perpajakan Indonesia › Forums › PPh Badan › Merubah Metode Penyusutan
Klo sudah terlanjur pakai metode garis lurus terus dengan maksud menghemat pajak ingin ganti dengan saldo menurun, bisakah? bagaimana cara yang sesuai dengan UU pajak? trims.
Perubahan metode penyusutan AT seharusnya tidak boleh dilakukan, hal ini dpt dilihat di penjelasan Pasal 11 ayat (1) dan (2) UU PPh Tahun 2007 yang menyebutkan bahwa penggunaan metode penyusutan atas harta harus dilakukan secara taat azas. Jadi klo menurut saya perubahan metode penyusutan itu tdk boleh dilakukan.
Mohon koreksinya.Perubahan metode penyusutan diperkenankan menurut UU Pajak :
Pasal 28 Ayat (6) UU KUP 2007:
Perubahan terhadap metode pembukuan dan/atau tahun buku harus mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal Pajak.setuju dengan pak dikdik. jadi kalau ingin merubah metode penyusutan (yang merupakan metode pembukuan untuk aktiva tetap) maka pak akmal harus mengajukan surat permohonan perubahan metode penyusutan tersebut ke KPP tempat perusahaan terdaftar.
setuju…harus ada persetujuan dirjen pajak minimal KPP terdaftar…karena sangkut pautnya dengan biaya depresiasinya dimana harus dilakukan secara taat azas sperti yg dikatakan rekan livie tidak boleh langsung merubah begitu saja
Ada yang sudah pernah melakukan hal tsb gak? ribet gak sih dan bagaimana biayanya pengurusannya, lebih besar biaya pengurusan atau besar penghematannya setelah menjadi saldo menurun? maaf terlalu banyak pertanyaannya.thx for reply
wah pak sekarang KPP dah modern tidak ada biayanya tinggal mengirimkan surat ke kepala KPP tempat perush terdaftar saja untuk mengajukan permohonan perubahan metode pembukuan yaitu metode penyusutan. nanti bapak tinggal contact dengan AR perusahaan bapak mengenai hal tersebebut. Good Luck pak. mengenai penghematan biaya berarti bicara tax planning. tax planning tidak bisa dari 1 aspek tapi harus dilihat secara keseluruhan.
[i]wah pak sekarang KPP dah modern tidak ada biayanya[/i] Apa bener neh??? pada prakteknya tdk spt itu yah…. krn menurut saya tenaga kerjanya belum spenuhnya mjd lebih "modern"….. Ngomong2 masalah KPP Modern, knp di instansi yg begitu besar, tenaga kerjanya msih ada yg belum paham betul mengenai perpajakan…hal ini terjadi pada saat saya bertanya kpd AR di salah satu KPP Modern mengenai e-spt, ternyata dia tdk bisa langsung menjawabnya…. AR saya tidak mengerti apalagi orang yg awam mengenai pajak….. "APA KATA DUNIA"……
terima kasih atas tanggapan teman-teman ortax.
untuk mentraining SDM ndak gampang apalagi segitu banyaknya. Nobody perfectlah. suatu langkah untuk pembenahan diri, mudah2an kedepannya SDMnya lebih baik. mungkin sekarang lewat millis atau lewat ortax pertanyaan bisa dijawab.
Saya sependapat dng theodora, utk livie…,kalo anda mengikuti modernisasi di kantor pajak,kantor pajak modern itu penggabungan/peleburan dari PBB,Karikpa dan KPP…,mkn saja AR yg ditanyai itu ex orang PBB..,belum lagi kalo AR tsb sdh berumur…compi aja masih belajar apalagi e-SPT, jadi mohon maklumlah kalo mereka belum mengerti…,saya sarankan memang WP-nya yg lebih aktif,kalo perlu minta sama AR-nya utk ditraining.meskipun nanti yg trainersnya buka AR ybs khan gak masalah,yg penting anda akhirnya bisa juga e-spt…
saya sich lebih condong ke livie, kita selaku WP bila ada kesulitan, ada masalah orang pajak yang seharusnya bisa kasih solusi, bukannya kita maklum, kalo ga bisa ganti dong orangnya yang bisa, negara rugi dong ngegaji dia yang harus kita maklumi, piye to?
setuju ama yg laen.perubahan metode penyusutan tidak boleh dilakukan tanpa melalui prosedur yang telah ditentukan di UU.penyusutan harus dilakukan secara taat azas.untuk dasar hukumnya bisa dilihat dalam UU KUP yg baru.