Ortax Forums PPh Badan Kewajiban PPh 25 Badan

  • Kewajiban PPh 25 Badan

     handy hovin updated 13 years, 8 months ago 13 Members · 29 Posts
  • yasin

    Member
    16 January 2008 at 10:08 am
  • yasin

    Member
    16 January 2008 at 10:08 am

    Mo tanya nich,
    kalo PPh 25 masa Desember tidak disetor dan dilapor nihil, karena diprediksi kelebihan bayar bila masa Desember disetor,
    tidak disetor timbul STP, STP bisa terbit setelah maret setelah SPT selesai.
    sah-sah saja melalui STP fiskus bersikukuh PPh 25 harus setor, tahap berikutnya pembetulan SPT tahunan dan restitusi itu mekanismenya,
    pertanyaanya adalah : gimana cara menghindar dari kelebihan bayar dan juga tidak ada STP, peraturan yang mana yang dapat kita pakai atau pasal yang mana dalam UU sehubunangan menghindari masalah ini.
    terima kasih,
    salam

  • Nurdin

    Member
    16 January 2008 at 10:55 am

    Punya kredit pajak yang lain ngga ? kalo punya dijadiin biaya aja sebagian jangan dimasukan sbg kredit pajak. Ya meeskipun menguntungkan untuk DJP… Yang penting kita jadi ngga lebih bayar atau dapet STP.

  • yasin

    Member
    23 January 2008 at 1:42 pm

    Pak Nurdin terima kasih tanggapanya,
    kebetulan ga ada kredit pajak,
    gini yang saya maksud, kita memang sudah ga bayar PPh 25 masa Desember dengan alasan tsb, kemungkinan timbul STP, dan kita buat permohonan peninjauan kembali,
    nah dalam KUP pasal 16 disana disebutkan :
    atas permintaan WP atau karena jabatanya Dirjen Pajak dapat membetulkan ketetapan pajak, Surat Tagihan Pajak ……..dst
    disini dirjen pajak boleh-boleh saja kan tidak membetulkan atas permintaan WP, gimana kalau demikian,
    adakah aturan yang mengatur permasalahan PPh 25 yang existensinya adalah PPh angsuran, dimana kalu ga diangsur dengan alasan spt disebutkan diatas it's Oke, sah-sah saja.
    ORTax-ers mohon tanggapanya ya . . . .

  • Nurdin

    Member
    23 January 2008 at 1:51 pm

    coba di cek KEP – 537/PJ./2000 (maaf saya belum sempat baca detail)
    Menurut saya ini fasilitas perpajakan yang memungkinkan WP untuk mengurangi atau tidak membayar sama sekali angsuran PPh Pasal 25.

  • yasin

    Member
    23 January 2008 at 1:58 pm

    Oke pak sepertinya disitu, sy mau baca dulu pak, Thank berat

  • yasin

    Member
    23 January 2008 at 4:19 pm

    Pak Nurdin saya dah baca,
    tapi ya itu tadi WP atas perhitungan sendiri boleh mengajukan pengurangan PPh 25 (dengan catatan PPh dibayar telah mencapai 75% dari perkiraan PPh terutang), apabila 1 bulan ga ditanggapi surat permohonan berarti diterima,
    disini yang dikhawatirkan timbul adalah STP, ada ga pa aturan sehubungan dengan ini, bahwa STP atas PPh 25 bila kewajiban telah terselesaikan STP itu dianggap tidak berlaku atu apa sejenisnya deh,
    terima kasih pa Nurdin,

  • Nurdin

    Member
    24 January 2008 at 10:34 am

    Waduh dah coba saya cari tapi ngga nemu tuch Pa'. Ya kayaya sich harus PK Pa'. Tunggu aja STP-nya

  • Nurdin

    Member
    24 January 2008 at 10:36 am

    Sorry nambahin, ngomong2 SSP-nya (sbg media pelaporan PPh Pasal 25) meskipun NIHIL tetap dilaporkan ya Pa.

  • Onorus

    Member
    25 January 2008 at 2:43 pm

    Yup. Betul Pak Nurdin. SSP a/ media pelaporan PPh ps 25 meskipun nihil.

  • efolution

    Member
    28 January 2008 at 1:17 pm

    menurut saya, klo perusahaan bapak sehat dalam administrasi perpajakannya ga papa lebih bayar. diperiksa juga ga bakalan ketemu salahnya.tapi klo emang ada yang disembunyikan ya lain masalah. nihil atau ga, tetep harus lapor pph masa 25 nya. begitu juga untuk ppn dan potputnya.

  • yasin

    Member
    6 February 2008 at 1:01 pm

    Iya betul,

  • lim

    Member
    11 February 2008 at 12:08 pm

    Pa yasin,

    emang banyak perusahaan menghindari cicilan PPh 25 agar tidak terjadil lebih bayar, nah solusinya untuk menghindari hal itu adalah dengan cara mengajukan ke KPP terdaftar untuk tidak atau mengurangi jumlah setoran PPh 25 saya kira itu akan lebih aman.

    mengenai STP, benar DJP dapat memvetulkan secara jabatan, tapi terus terang aja pak itu sulit,
    saya aja pak, yang pokok pajaknya sudah diputus ,menang di keberatan harus PK hanya untuk STP nya, untuk hal ini bapak bisa lihat peraturan terbarunya di Per dirjen Pajak nomor 01 tahun 2007

    regards,

    Lim

  • fiskalis

    Member
    24 February 2008 at 10:08 pm

    Boss, perusahaan yang sehat tentu tidak perlu lebih bayar, karena tentunya perhitunganya juga sudah cermat toh ? lagian kalau lebihnya nggak signifikan ( Cuma puluhan atau ratusan ribu ) ya gak usah di buat lebih bayar, membuat repot semua. anda repot petugas di KPP juga repot sementara SKP / uang pajak yang masuk gak seberapa.

  • yasin

    Member
    28 February 2008 at 4:11 pm

    tapi mas, bukan materinya sesederhana itu, tapi lebih ke formalitasnya untuk bahwa DJP yang empunya otoritas kekuasaan ga semena-mena seperti digambarkan pada pasal 16 KUP.
    kita berusaha bisa nyangkal melalui aturan maenya berdasarkan aturan2 yang lazim, karena ini sangat berguna dengan perencanaan pajak yang akan kita bayar untuk kedepanya, dengan meminimalkan pembayaran pajak, sah-sah saja kan, ya kalo bisa sih semua ga usah repot,

Viewing 1 - 15 of 29 replies

Original Post
0 of 0 posts June 2018
Now