Ortax Forums PPN dan PPnBM DPP Nilai Lain (040) VS Besaran Tertentu (050)

  • DPP Nilai Lain (040) VS Besaran Tertentu (050)

     andryizumi updated 1 week, 4 days ago 2 Members · 8 Posts
  • andryizumi

    Member
    28 April 2022 at 10:29 am

    Dear rekan – rekan semua,

    Perusahaan kami masuk kategori JKP Tertentu sesuai PMK No. 71 Th 2022 – JKP Tertentu

    Sebelumnya kami menerbitkan FP kode 040, tapi mengacu adanya PER-03_PJ_2022 tentang Faktur Pajak, pada penjelasan Tata cata penggunaan kode NSFP poin C : melakukan penyerahan BKP tertentu dan/atau JKP tertentu adalah masuk kategori 050

    Akhirnya kita revisi FP dari awal bulan April dari 040 menjadi 050
    Kemarin saya mendapat informasi adanya penjelasanya DPP Nilai Lain (040) vs Besaran Tertentu (050)

    FP 040, angka DPP nya menggunakan 10% dari harga jual (PMK No. 71 Th 2022 – JKP Tertentu Pasal 3)

    FP 050, angka DPP nya menggunakan langsung dari harga jual

    Kondisi kami jadi bingung mana yang harus digunakan 040 atau 050
    Jika kami menggunakan 040, di PER-03_PJ_2022 tentang Faktur Pajak masuk kategori 050

    Jika kami menggunakan 050, di PMK No. 71 Th 2022 – JKP Tertentu, DPP nya menggunakan 10% dari harga jual

    Mohon pencerahannya ya rekan-rekan, dimana customer kami pun sudah menanti keputusannya

    Terima kasih

  • hady wahadi

    Member
    28 April 2022 at 10:55 am

    Banyak supplier expedisi menggunakan 05 rekan
    DPP harga jual
    PPN (10% X 11%) =1,1%

    mengacu pada PMK 71/2022 Mengenai besaran tertentu pasal 3 huruf c huruf c, yaitu sebesar 10% (sepuluh persen) dari tarif Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai dikalikan dengan jumlah yang ditagih atau jumlah yang seharusnya ditagih.

    • andryizumi

      Member
      28 April 2022 at 12:30 pm

      Berarti untuk isi DPP nya kita tetap menggunakan nominal harga jual ya rekan?
      Lalu langsung kita kalikan 1.1% untuk mendapatkan angka PPN nya

      • hady wahadi

        Member
        28 April 2022 at 12:54 pm

        04 sebelum 1 april acuannya pmk 121/2015 mengenai nilai lain pasal 3
        m. untuk penyerahan jasa pengurusan transportasi (freight
        forwarding) yang di dalam tagihan jasa pengurusan
        transportasi tersebut terdapat biaya transportasi (freight
        charges) adalah 10% (sepuluh persen) dari jumlah yang
        ditagih atau seharusnya ditagih.
        klu menurut saya seperti itu rekan,
        DPP = nilai jual / yg harus ditagih X 10%

        PPN = DPP X 10%

        05 mengacu pada PMK 71/2022 Mengenai besaran tertentu pasal 3 huruf c
        huruf c, yaitu sebesar 10% (sepuluh persen) dari tarif Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai dikalikan dengan jumlah yang ditagih atau jumlah yang seharusnya ditagih.

        klu menurut saya seperti itu rekan,
        DPP = nilai jual / yg harus ditagih
        PPN = tarif 10% dikalikan dengan tarif PPN 11% , sehingga PPNnya 1,1%

        Barangkali rekan yg lain ada yg mau koreksi

        • This reply was modified 1 week, 4 days ago by  hady wahadi.
        • andryizumi

          Member
          28 April 2022 at 1:10 pm

          Terima kasih rekan atas penjelasannya, cukup mencerahkan
          Pertanyaan selanjutnya adalah: dengan adanya PMK 71 Th 2022 terkait JKP tertentu, apakah nanti ada efek pada tata cara Perhitungan Kembali bagi PM Masukan yang dikreditkan bagi JKP tertentu?

          Takutnya dengan adanya PMK 71 Th 2022, bagi yang menggunakan metode Perhitungan Kembali di akhir tahun, takutnya sudah tidak bisa digunakan lagi

          Mohon arahan lanjutan rekan

          • hady wahadi

            Member
            28 April 2022 at 2:07 pm

            <div>bukanya tidak boleh mengkreditkan pajak masukan ya rekan?

            </div>

            Pasal 5

            Pengusaha Kena Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal
            2 ayat (1) tidak dapat mengkreditkan pajak masukan
            atas
            perolehan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak,
            impor Barang Kena Pajak, serta pemanfaatan Barang Kena
            Pajak tidak berwujud dan/atau pemanfaatan Jasa Kena
            Pajak dari luar daerah pabean di dalarn daerah pabean, yang berhubungan dengan penyerahan Jasa Kena Pajak tertentu
            sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2).

            • hady wahadi

              Member
              28 April 2022 at 2:45 pm

              uu no 7 uu hpp

              pasal 9a ayat 2

              (2) Pajak Masukan atas perolehan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak, impor Barang Kena Pajak,
              serta pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dan/atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar
              Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean, yang berhubungan dengan penyerahan oleh Pengusaha
              Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat dikreditkan.

            • andryizumi

              Member
              28 April 2022 at 3:05 pm

              Hehe iya rekan

Viewing 1 - 2 of 2 replies

Original Post
0 of 0 posts June 2018
Now