Berita

  • 24 Sept 2021
  • Harian Bisnis Indonesia

Gerak Cepat Pemulihan ASII

Lonjakan laba divisi otomotif PT Astra International Tbk. pada semester I/2021 berpotensi berlanjut sejalan dengan keputusan pemerintah memperpanjang insentif PPnBM kendaraan bermotor hingga akhir tahun ini. Di sisi lain, bisnis pertambangan baru bara dan perkebunan sawit Grup Astra sedang menikmati fenomena supercycle.

Boy Kelana Soebroto, Head of Corporate Communications Astra, mengatakan divisi otomotif emiten berkode saham ASII itu menorehkan kenaikan signifi kan pada paruh pertama 2021. 

Laba bersihnya melonjak 362% year-on-year (YoY) menjadi Rp3,3 triliun.Capaian positif itu, kata Boy, didorong oleh peningkatan volume penjualan pada semester I/2021, terutama segmen roda empat. 

Segmen tersebut diuntungkan oleh insentif sementara pajak penjualan barang mewah (PPnBM). “Astra menyambut baik keputusan pemerintah yang memperpanjang masa berlaku relaksasi PPnBM di sektor otomotif karena pada dasarnya penjualan mobil sangat ter-bantu dengan adanya insentif PPnBM dari pemerintah terse-but. 

Hingga akhir tahun ini, Astra optimistis insentif PPnBM akan terus mendorong penjualan otomotif,” paparnya ketika dihubungi Bisnis, Kamis (23/9). 

Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti menambahkan perseroan menyelaraskan antara permintaan dan suplai produk Astra. 

“Kami berharap dapat mempertahankan pangsa pasar kami di pasar mobil, yaitu sekitar 50%. Secara umum, kinerja bisnis Astra pada tahun ini membaik dibandingkan dengan kinerja tahun lalu,” paparnya.

Tira menunjukkan penjualan rata-rata nasional secara ritel selama 2021 sebelum insentif PPnBM mencapai sekitar 50.000 unit per bulan.

Namun, setelah diskon pajak diimplementasikan, penjualan rata-rata nasional secara ritel mencapai sekitar 70.000 unit per bulan.

“Begitu pula dengan penjualan rata-rata Astra secara ritel yang tumbuh dari 25.000 unit per bulan menjadi 38.000 unit per bulan,” jelasnya.

Kinerja penjualan emiten otomotif ASII meningkat signifikan selama 8 bulan 2021. Merujuk data yang diterima Bisnis, ASII mencatatkan penjualan mobil sebesar 289.509 unit hingga Agustus 2021. Penjualan ini melonjak 74% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020 sebanyak 166.418 unit.

Penjualan hingga Agustus tersebut telah melampaui penjualan tahun penuh 2020 sebanyak 270.076 unit.

Perpanjangan insentif PPnBM ditanggung pemerintah 100% pun membuat sejumlah analis percaya diri menyematkan rekomendasi beli untuk saham ASII. 

Berdasarkan konsensus Bloomberg, Kamis (23/9), sebanyak 26 dari 31 analis merekomendasikan beli untuk saham ASII dengan rerata target harga dalam 12 bulan ke depan Rp6.583,91 per saham.

Analis MNC Sekuritas Catherina Vincentia menjelaskan insentif PPnBM 100% telah mendorong penjualan mobil secara luar biasa sebagaimana tecermin dalam penjualan mobil kuartal II/2021 yang meroket sebesar 758,68%.

“Kami percaya mobil akan memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi jika didukung oleh PPnBM penuh insentif. 

Namun demikian, kami memperkirakan penjualan mobil mencapai 880.000 hingga 900.000 unit pada 2021 didukung oleh meningkatkan mobilitas dengan relaksasi PPKM,” paparnya.

Pada 2021, pendapatan ASII diestimasi naik 18,78% dan laba bersihnya meningkat 2,07% secara tahunan. Di sisi lain, Tim Analis J.P. Morgan Benny Kurniawan dan Henry Wibowo menilai sektor otomotif terutama penjualan mobil tengah berada pada performa puncaknya. 

Penjualan wholesales Agustus mencapai 83.319 unit dengan pangsa pasar Astra mencapai 56%, yang mendekati tingkat operasi awal sebelum Covid-19.

“Katalis positif saham ASII dalam sisa tahun ini akan berasal dari hasil kuartal III/2021 yang cukup kuat. Hal ini didorong kinerja anak usaha yang kuat seperti PT United Tractors Tbk. [UNTR] dan PT Astra Agro Lestari Tbk. [AALI] serta margin yang solid dari distribusi dan pabrikan otomotif,” tulisnya dalam riset yang dipublikasikan Bloomberg dan dikutip Kamis (23/9).

Menurutnya, secara historis data penjualan mobil bulanan bukti menjadi indikator pergerakan harga saham yang baik. 

JP Morgan percaya harga saham Astra yang stagnan di kisaran harga 8 tahun —9 tahun terakhir karena penjualan mobil belum dapat menembus 1—1,2 juta unit per tahun.

“Pemulihan penjualan mobil kemungkinan telah mencapai puncaknya pada Agustus dan mengharapkan moderasi pada September. 

Kami percaya pen-jualan roda empat akan normal kembali ke 65.000—70.000 unit untuk sisa tahun ini, sebelum mantap meningkat kembali ke 80.000—85.000 unit pada semester I/2022,” katanya.

JP Morgan mempertahankan rekomendasi overweight pada saham ASII dengan target price (TP) Rp5.850. Laba bersih ASII diproyeksikan kembali stabil seperti periode sebelum Covid-19 di kisaran Rp4 triliun—Rp6 triliun per kuartal.

Sementara itu, MNC Sekuritas mempertahankan outlooknetral dengan rekomendasi beli untuk ASII dengan target harga Rp7.480 didukung oleh berbagai katalis kinerja yang ada.

Katalis itu juga termasuk ASII untuk menangkap potensi pertumbuhan perusahaan rintisan dengan mengucurkan investasi ke Gojek, Sayurbox, dan Halodoc. 

“Risiko rekomendasi kami adalah penjualan mobil yang lebih rendah dari perkiraan. ASII saat ini diperdagangkan di tingkat rata-rata 5 tahun dengan proyeksi price to earnings pada 2021 15,09 kali,” urai Catherina.


  • 24 Sept 2021
  • Harian Bisnis Indonesia