Forum Replies Created

Viewing 1 - 15 of 119 posts
  • adeedee

    Member
    22 July 2014 at 11:14 am

    Dear Rekans,

    Mohon masukan , apabila kurs pada Faktur Pajak dari supplier salah menggunakan kurs KMK sebelumnya, apakah masih bisa dikreditkan?

    Rgrds

  • adeedee

    Member
    22 July 2014 at 11:14 am

    Dear Rekans,

    Mohon masukan , apabila kurs pada Faktur Pajak dari supplier salah menggunakan kurs KMK sebelumnya, apakah masih bisa dikreditkan?

    Rgrds

  • adeedee

    Member
    22 July 2014 at 11:14 am

    Dear Rekans,

    Mohon masukan , apabila kurs pada Faktur Pajak dari supplier salah menggunakan kurs KMK sebelumnya, apakah masih bisa dikreditkan?

    Rgrds

  • adeedee

    Member
    22 July 2014 at 11:14 am

    Dear Rekans,

    Mohon masukan , apabila kurs pada Faktur Pajak dari supplier salah menggunakan kurs KMK sebelumnya, apakah masih bisa dikreditkan?

    Rgrds

  • adeedee

    Member
    19 June 2014 at 3:19 pm

    Dear Rekan Ortax,

    Mohon pencerahan , bulan Maret 14 PT A menerbitkan Invoice dan FP dalam mata uang EURO ke PT B. Di Juni 14, baru ketahuan bahwa seharusnya ditagihkan dalam USD bukan EURO. PT A sudah lapor masa Maret 14 dan PT sudah kreditkan FP tersebut.

    Bisa tidak untuk pembetulannya, PT A cukup merevisi mata uang dalam Faktur Pajak yang salah bukannya membuat Faktur Pajak Pengganti. PT A melakukan pembetulan masa Maret 14.

    dari pihak PT B sendiri tidak keberatan bila dilakukan hal diatas.
    Pertanyaannya : Apa cara diatas akan menimbulkan masalah /sanksi di masa yad?

    Rgrds

  • adeedee

    Member
    19 June 2014 at 3:19 pm

    Dear Rekan Ortax,

    Mohon pencerahan , bulan Maret 14 PT A menerbitkan Invoice dan FP dalam mata uang EURO ke PT B. Di Juni 14, baru ketahuan bahwa seharusnya ditagihkan dalam USD bukan EURO. PT A sudah lapor masa Maret 14 dan PT sudah kreditkan FP tersebut.

    Bisa tidak untuk pembetulannya, PT A cukup merevisi mata uang dalam Faktur Pajak yang salah bukannya membuat Faktur Pajak Pengganti. PT A melakukan pembetulan masa Maret 14.

    dari pihak PT B sendiri tidak keberatan bila dilakukan hal diatas.
    Pertanyaannya : Apa cara diatas akan menimbulkan masalah /sanksi di masa yad?

    Rgrds

  • adeedee

    Member
    22 April 2014 at 10:00 am

    Rekan mohon pencerahannya,

    Tahun 2013 terjadi pelemahan kurs Rupiah thd USD yang menurut saya signifikan di pertengahan tahun , dari RP 9000an sampai akhirnya Rp 12000an per USD. Akibatnya tahun ini kami mengalamu rugi kurs yang sangat besar.

    Mohon pencerahan, dalam perhitungan angsuran PPh 25 untuk tahun ini yang dilakukan dalam SPT PPh badan tahun2013, bolehkah atas rugi kurs tersebut tidak ditambahkan kembali ke Laba perusahaan sebagai dasar perhitungan pph 25 nya? Jadi misalnya Laba Fiskal = 4Milyar Milyar. Rugi Kurs = 1,5 Milyar. Sehingga kalau dijadikan dasar perhitungan PPh 25 tahun ini bisa mencapai 60 jutaan per bulan. Hal ini memberatkan karena nilainya yang besar dan kami belum tahu akan sebaik apa penjualan tahun ini dan sepertinya kurs mulai stabil di 11 ribuan ya. Bolehkah bila dasar perhitungan kami dari 4 Milyar saja? karena angsuran PPh 25 bisa berkurang jadi 30 jutaan saja.

    Kalau boleh, apa ada dasar hukumnya ?
    Terimakasih.

  • adeedee

    Member
    22 April 2014 at 10:00 am

    Rekan mohon pencerahannya,

    Tahun 2013 terjadi pelemahan kurs Rupiah thd USD yang menurut saya signifikan di pertengahan tahun , dari RP 9000an sampai akhirnya Rp 12000an per USD. Akibatnya tahun ini kami mengalamu rugi kurs yang sangat besar.

    Mohon pencerahan, dalam perhitungan angsuran PPh 25 untuk tahun ini yang dilakukan dalam SPT PPh badan tahun2013, bolehkah atas rugi kurs tersebut tidak ditambahkan kembali ke Laba perusahaan sebagai dasar perhitungan pph 25 nya? Jadi misalnya Laba Fiskal = 4Milyar Milyar. Rugi Kurs = 1,5 Milyar. Sehingga kalau dijadikan dasar perhitungan PPh 25 tahun ini bisa mencapai 60 jutaan per bulan. Hal ini memberatkan karena nilainya yang besar dan kami belum tahu akan sebaik apa penjualan tahun ini dan sepertinya kurs mulai stabil di 11 ribuan ya. Bolehkah bila dasar perhitungan kami dari 4 Milyar saja? karena angsuran PPh 25 bisa berkurang jadi 30 jutaan saja.

    Kalau boleh, apa ada dasar hukumnya ?
    Terimakasih.

  • adeedee

    Member
    22 April 2014 at 10:00 am

    Rekan mohon pencerahannya,

    Tahun 2013 terjadi pelemahan kurs Rupiah thd USD yang menurut saya signifikan di pertengahan tahun , dari RP 9000an sampai akhirnya Rp 12000an per USD. Akibatnya tahun ini kami mengalamu rugi kurs yang sangat besar.

    Mohon pencerahan, dalam perhitungan angsuran PPh 25 untuk tahun ini yang dilakukan dalam SPT PPh badan tahun2013, bolehkah atas rugi kurs tersebut tidak ditambahkan kembali ke Laba perusahaan sebagai dasar perhitungan pph 25 nya? Jadi misalnya Laba Fiskal = 4Milyar Milyar. Rugi Kurs = 1,5 Milyar. Sehingga kalau dijadikan dasar perhitungan PPh 25 tahun ini bisa mencapai 60 jutaan per bulan. Hal ini memberatkan karena nilainya yang besar dan kami belum tahu akan sebaik apa penjualan tahun ini dan sepertinya kurs mulai stabil di 11 ribuan ya. Bolehkah bila dasar perhitungan kami dari 4 Milyar saja? karena angsuran PPh 25 bisa berkurang jadi 30 jutaan saja.

    Kalau boleh, apa ada dasar hukumnya ?
    Terimakasih.

  • adeedee

    Member
    16 January 2014 at 11:44 am

    terimakasih rekan car atas pencerahan dari salah satu pertanyaan saya 🙂

    berikutnya mohon dicerahkan, apakah betul pintu remote ini masuk kategori mesin? sehingga atas instalasinya dikenakan pph 23 atas jasa lain?

    Rgrds//

  • adeedee

    Member
    16 January 2014 at 11:44 am

    terimakasih rekan car atas pencerahan dari salah satu pertanyaan saya 🙂

    berikutnya mohon dicerahkan, apakah betul pintu remote ini masuk kategori mesin? sehingga atas instalasinya dikenakan pph 23 atas jasa lain?

    Rgrds//

  • adeedee

    Member
    16 January 2014 at 11:31 am

    Rekans mohon dibantu ,
    Kalau perusahaan saya jual pintu remote dimana ada biaya instalasinya dan pemasangan pintu remote tersebut dilakukan oleh subkon (pihak ke 3), apakah saya wajib potong pph 23 ke subkon dan apakah saya akan dipotong pph 23 oleh customer? (jadi ada 2 pph psl 23 ke kas negara yaitu yg dibayarkan oleh saya dgn memotong pembayaran ke subkon, dan yg dibayarkan oleh customer dengan memotong pembayaran dari saya).

    Dan apakah pemasangan pintu remote itu masuk kategori jasa lain dibawah ini ?:
    "Jasa instalasi/pemasangan mesin, peralatan, listrik, telepon, air, gas, AC, dan/atau TV kabel, selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi;"

    Rgrds//

  • adeedee

    Member
    16 January 2014 at 11:31 am

    Rekans mohon dibantu ,
    Kalau perusahaan saya jual pintu remote dimana ada biaya instalasinya dan pemasangan pintu remote tersebut dilakukan oleh subkon (pihak ke 3), apakah saya wajib potong pph 23 ke subkon dan apakah saya akan dipotong pph 23 oleh customer? (jadi ada 2 pph psl 23 ke kas negara yaitu yg dibayarkan oleh saya dgn memotong pembayaran ke subkon, dan yg dibayarkan oleh customer dengan memotong pembayaran dari saya).

    Dan apakah pemasangan pintu remote itu masuk kategori jasa lain dibawah ini ?:
    "Jasa instalasi/pemasangan mesin, peralatan, listrik, telepon, air, gas, AC, dan/atau TV kabel, selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi;"

    Rgrds//

  • adeedee

    Member
    29 November 2013 at 8:47 am

    Rekan Yudi74 : Tagihan untuk software akan diberikan satu kali oleh HQ, dan berikutnya (rutin ) akan ada tagihan untuk maintenancenya.

    Rekan iroha: artinya PPN atas BKP tidak berwujud dari LN untuk tagihan dari HQ ya? Untuk PPh nya tidak ada karena bukan merupakan jasa ?

    Rekans, mohon pencerahannya apakah tagihan SAP dari HQ ini diperlakukan sebagai aktiva ( kemudian didepresiasi atau diamortisasi ?) , dan masuk ke golongan depresiasi / amortisasi yg mana ya?

  • adeedee

    Member
    29 November 2013 at 8:47 am

    Rekan Yudi74 : Tagihan untuk software akan diberikan satu kali oleh HQ, dan berikutnya (rutin ) akan ada tagihan untuk maintenancenya.

    Rekan iroha: artinya PPN atas BKP tidak berwujud dari LN untuk tagihan dari HQ ya? Untuk PPh nya tidak ada karena bukan merupakan jasa ?

    Rekans, mohon pencerahannya apakah tagihan SAP dari HQ ini diperlakukan sebagai aktiva ( kemudian didepresiasi atau diamortisasi ?) , dan masuk ke golongan depresiasi / amortisasi yg mana ya?

Viewing 1 - 15 of 119 posts