Forum Replies Created

Viewing 1 - 15 of 172 posts
  • ksusanto

    Member
    30 October 2017 at 3:13 pm
    Originaly posted by wverdi:

    kalau saya biasanya import dengan kode yang bisa diimport kemudian diubah manual bukti potongnya di SPTnya heheheh

    woowww cerdas sekali, terimakasih bantuannya rekan wverdi. sudah saya coba, ga apalah saya ubah manual jenis pph nya. terimakasih ya rekan wverdi. sangat membantu sekali

  • ksusanto

    Member
    6 September 2017 at 10:54 am
    Originaly posted by bimoaryan:

    Quote 05 Sep 2017 16:37
    PPh 21 kan sistemnya agregat rekan, jadi sebenernya sudah mengurangi pajak total terutang, tidak perlu di masukan mengurangi pph pegawai lain, jadi ribet malah klo gitu bukannya?

    mohon dijelaskan lagi rekan, sy belum ngerti. pajak total terutang, karena bayangan saya total pajak terutang berdasarkan masing-masing individu. PPH 21 nya di tanggung oleh perusahaan.

    Bayangan saya yang LB akan saya kompensasikan ke KB. jadi misal karyawan "x" sebulan 100.000 (1,2juta setahun), mendapat LB (200.000) dari karyawan lain maka setahun hanya 1juta. apakah boleh seperti itu rekan?

  • ksusanto

    Member
    5 September 2017 at 4:21 pm

    jika penghitungan A1 nya gross up bagaimana rekan?
    kalau untuk tahun sebelumnya jika ada LB maka yg LB akan saya kompensasikan ke karyawan yg KB apakah boleh? jika tidak bagaimana mekanisme nya rekan?

    tetapi sistem pajak sekarang sepertinya lebih canggih karena kan setiap bulan lapor maka di akhir2 periode katakanlah ada beberapa karyawan yang nihil karena mendapat LB dari yang lain sepertinya pembayaran tiap bulan jadi njomplang.

  • ksusanto

    Member
    1 February 2016 at 11:08 am
    Originaly posted by wrmhswr:

    IMHO, yang dilihat perusahaan dan pekerjaannya rekan.
    Objek PPh 15 adalah penghasilan yang diterima WP Pelayaran DN dari pengangkutan orang/barang dari pelabuhan ke pelabuhan (SE 29/1996)

    secara kalau pekerjaannya pelabuhan ke pelabuhan. ini memang perusahaan pelayaran, tetapi dia juga angkut dari pelabuhan ke tempat kami via darat, apakah boleh saya kenakan PPH 23?

  • ksusanto

    Member
    1 February 2016 at 8:59 am

    Salam semua rekan ortaxer,

    Mau tanya tolong dibantu ya.
    Perusahaan X merupakan Perusahaan Pelayaran. ada transaksi dari pelabuhan ke tempat kami via darat, karena hanya perusahaan tersebut yang ada di daerah tersebut yang melayani pengangkutan.

    pertanyaannya, yang dilihat perusahaan nya atau pekerjaan nya? saya akan memotong PPH 15 atau 23?

    Mohon pendapat rekan, terimakasih sebelumnya

  • ksusanto

    Member
    30 June 2015 at 1:58 pm
    Originaly posted by priadiar4:

    PPh 23

    mohon petunjuknya rekan kenapa bisa pph23. terimakasih sebelumnya

  • ksusanto

    Member
    3 June 2015 at 3:24 pm

    Salam sejahtera rekan-rekan Ortax.

    Mau tanya, untuk jasa soil test merupakan PPH apa?

    Soil test adalah mengetahui daya dukung tanah untuk mengetahui daya dukung tanah yang nantinya akan didirikan suatu bangunan.

    menurut saya pekerjaan soil test masuk PPH 23 – jasa teknik, karena pekerjaan tersebut tidak dilakukannya konstruksi.

    jadi masuk PPH 23 atau 4(2) ya rekan? terimakasih.

  • ksusanto

    Member
    8 January 2015 at 10:43 am
    Originaly posted by helenique:

    1. Untuk print out SPT induk, apakah hanya SPT induk untuk masa bulan dec'14 saja?
    -iya

    2. Apakah ada SPT induk untuk Setahun?
    tidak

    3. Mengapa menu 1721-I (satu tahun pajak) tidak bisa di print?
    karena (satu tahun pajak) hanya yang bayar PPH nya saja (diatas PTKP).
    jadi nanti yang tidak bayar PPH di total pendapatannya.

    pokoknya satu tahun pajak = total A1

    4. Siapa nama pemotong pajak pada kolom C 1721-A1? apakah penandatangan atau perusahaan?

    kalau saya atas nama pemotong (nama orang dan NPWP nya)

    5. Tanggal 1721-A1, bulan desember atau januari'15?

    kalau saya tanggal 31/12/2014

    semoga membantu. salam

  • ksusanto

    Member
    27 March 2014 at 8:27 am

    baik rekan riadiar4, terimakasih atas sarannya

  • ksusanto

    Member
    27 March 2014 at 8:27 am

    baik rekan riadiar4, terimakasih atas sarannya

  • ksusanto

    Member
    26 March 2014 at 3:09 pm

    Selamat sore rekan ortaxer,

    ada yang saya mau tanyaken.
    kasusnya. saya diberi jatah nomor 010.000-14.12345671 s/d 12345675. (5 jatah).
    010.000-14.12345671 tanggal 01 januari 2014
    010.000-14.12345672 tanggal 04 maret 2014
    010.000-14.12345673 terlewat
    010.000-14.12345674 tanggal 11 maret 2014
    010.000-14.12345675 tanggal 17 maret 2014

    baru nyadar kalau ada no. faktur ada yang terlewat. mohon peraturan nya rekan yang menyatakan bahwa nomor faktur pajak tidak harus sesuai urutan tanggal. terimakasih

  • ksusanto

    Member
    26 March 2014 at 3:09 pm

    Selamat sore rekan ortaxer,

    ada yang saya mau tanyaken.
    kasusnya. saya diberi jatah nomor 010.000-14.12345671 s/d 12345675. (5 jatah).
    010.000-14.12345671 tanggal 01 januari 2014
    010.000-14.12345672 tanggal 04 maret 2014
    010.000-14.12345673 terlewat
    010.000-14.12345674 tanggal 11 maret 2014
    010.000-14.12345675 tanggal 17 maret 2014

    baru nyadar kalau ada no. faktur ada yang terlewat. mohon peraturan nya rekan yang menyatakan bahwa nomor faktur pajak tidak harus sesuai urutan tanggal. terimakasih

  • ksusanto

    Member
    14 March 2014 at 2:59 pm
    Originaly posted by fatmy:

    Tapi pihak mall nya kenapa ngotot minta di potong pph final 4 ayat 2 yak…?

    Bingung**********

    ya sudah potong saja. dengan rela dipotong kog

  • ksusanto

    Member
    14 March 2014 at 2:59 pm
    Originaly posted by fatmy:

    Tapi pihak mall nya kenapa ngotot minta di potong pph final 4 ayat 2 yak…?

    Bingung**********

    ya sudah potong saja. dengan rela dipotong kog

  • ksusanto

    Member
    14 March 2014 at 2:51 pm

    kalau saya pakai l*nt*s *r*a, gak potong pph (soalnya note dibawah invoice nya tertulis tidak dipotong pph 23). kalau mau dipotong memangnya mau dimasukan jasa apa rekan?

Viewing 1 - 15 of 172 posts