• hanif

    Member
    29 January 2010 at 2:45 pm

    kalau tidak salah, form 1721-A1 yang saat ini digunakan adalah warisan dari ketentuan sebelumnya.
    pada ketentuan sebelumnya, perhitungan kembali dilakukan setelah tahun pajak berakhir. akibatnya, PPh 21 yang telah dipotong dan dicantumkan pada angka 22, adalah untuk periode jan-des. Pada saat dilakukan perhitungan kembali (setelah tahun pajak tersebut berakhir, bisa saja terjadi angka 21 lebih besar dari angka 22. dengan demikian, angka 23 dan 24 diisi dan disetorkan paling lambat tanggal 25 maret.
    Untuk aturan yang sekarang, perhitungan kembali dilakukan pada masa pajak terakhir (bulan desember), Oleh karena itu, kekurangan pajak yang telah dipotong dari masa jan-nov dibanding PPh terutang untuk penghasilan jan-des akan diperhitungkan pada pemotongan bulan desember.
    angka 23 dan 24 saat ini kemungkinannya hanya LB. Tapi kemungkinan itu juga sangat kecil. misalnya, untuk periode jan-nov, perusahaan telah memotong PPh 21 lebih besar dibanding PPh terutang masa pajak jan-des. lantas perusahaan tiba-tiba bubar dan tidak lagi melaksanakan kewajiban sebagai pemotong pajak. sehingga kelebiha potong tersebut tidak dapat dikompensasi lagi oleh perusahaan. Salah satu solusinya adalah memberikan form 1721-A1 dalam posisi LB. Dengan demikian, karyawan sendiri yang mengurus kpmpensasi atau restitusinya.

    Salam