• GeorgeHadi

    Member
    1 September 2016 at 9:04 pm

    Contoh kasus : Si A memang memiliki penghasilan dibawah PTKP dan pas2an bahkan mungkin kurang. Pada tahun ttt, katakanlah 2010 si A mendapatkan rejeki nomplok/rejeki macan, misalnya dapet komisi dari makelarin tanah, anggaplah komisi yang didapat senilai 1 milyar. Seharusnya komisi yang didapat sebesar 1 milyar itu adalah objek pajak dengan tarif hingga 30%. Saat itu mungkin diam2 si A beli rumah seharga 500jt dengan pengakuan AJB hanya 100jt, deposito, jalan2, dll. ketika sekarang duitnya sudah habis, harta satu2nya tinggal rumah, baru sibuk ribut2. Padahal kalo mau dihitung2 dengan ikut TA, si A cukup bayar tebusan sebesar AJB rumah = 100jt x 2% = 2jt. Bandingkan dengan tarif pajak yang harus dia bayar 300jt saat mendapat komisi. Sudah segitu besarnya discount masih juga ribut2.

    Intinya kesadaran dari warga negara itu sendiri yang perlu dipupuk. Jangan hanya nuntuk hak tapi gak pernah mau penuhi kewajiban…sontoloyo atuh mah.