• Rio Widjaja

    Member
    20 April 2016 at 4:34 am

    Dear Rekans & Master Ortax,

    Mohon maaf newbie, baru belajar usaha dan belajar mengenai perpajakan.
    Untuk perushaan keluarga yg kecil biasanya banyak rangkap posisi dimana owner perusahaan merangkap sebagai pegawai, dan seperti yang diketahui bahwa laba bersih perusahaan adalah penghasilan perusahaan yang telah di potong oleh pajak penghasilan badan baik dengan fasilitas khusus ataupun dengan tarif normal misal 25% x PKP.
    Seorang owner tentunya ingin menikmatin hasil usaha nya (laba usaha) dari perushaan nya tsb, pertanyaan nya:
    1. Apakah uang yang di ambil pemlilik perusahaan/pengusaha untuk dinikmati selalu di kategorikan sebagai Dividen, dan selalu subject pajak Dividen, misal 10%. Dimana sebenarnya penghasilan (laba usaha) tersebut sebelumnya sudah dipotong juga pajak penghasilan badan yg cukup besar.
    2. Bagaimana tax planning / strategy nya atau cara men-siasati nya agar owner/pengusaha dapat tetap menikmati / menggunakan laba hasil usaha dengan pajak yg sekecil2x nya atau agar tidak kena double tax. Saya lihat dari beberapa article, banyak yg membukukan nya sebagai biaya / beban / pengeluaran perusahaan namun ini di kategorikan sebagai Dividen terselubung.
    3. Jika satu2xnya cara Seorang owner untuk menikmati laba hasil usahanya dengan mekanisma Dividen yg akan di potong Pajak lagi (misal 10%), maka sebagai Seorang pengusaha saat menghitung dan membuat quotation harus juga mengmpertimbangkan pajak Dividen sebagai cost, selain pajak badan yang ada karena pemotongan pajak penghasilan badan dan pajak Dividen mengurangi besaran laba yang di harapkan.

    Mohon advice para senior Ortax, mohon maaf pertanyaan nya newbie 🙂 thanks