• voldemort

    Member
    24 October 2016 at 8:43 pm

    Rekan Mau tanya dong
    Perusahaan bergerak dibidang penjualan kendaraan bermotor dengan kapasitas diatas 250cc, Artinya kita wajib memungut PPh22 kepada si pembeli sebesar 5% jika berNPWP dan 10% jika tidak berNPWP..
    Nah Kasusnya Seperti Ini :
    1. Si A tidak NPWP ingin Membeli Motor , akhirnya Si A menggunakan NPWP si B untuk menghindari tarif 10%, jadi di bukti pungut PPH22 atas nama Si B walaupun tetap si A yg bayarkan.
    apakah bisa seperti itu rekan?
    2.lalu Atas nama siapakah Motor tersebut di BPKB? apakah si B apakah Si A?
    jika ada Mohon diberikan peraturannya rekan ortax
    terimakasih