• begawan5060

    Member
    24 April 2015 at 10:05 am

    Rekan Nimas…
    Bahwa pemungutan PPN, harus ditagih dengan rupiah meskipun transaksinya menggunakan valas. Berdasarkan PMK, tidak boleh menagih PPN dengan valas, harus dikonversi ke IDR (dirupiahkan), silahkan lihat petunjuk pengisian FP. Dan "demi keadilan" (katanya) kurs yang digunakan juga bukan kurs spot/kurs pasar/kurs tengah BI…., tetapi kurs tersendiri yaitu kurs pajak. Dengan demikian valas naik/turun berapapun, uang PPN tetap saja besarnya, karena sudah dirupiahkan..