• Zullyanto

    Member
    28 October 2014 at 4:04 pm
    Originaly posted by awandre:

    menurut saya nggak boleh rekan, menurut Per !3 boleh menunjuk Faktur Penjualan tetapi bilamana Nama Barang Tidak dapat ditampung dalam 1 faktur pajak, sedangkan case diatas nama barangnya hanya 1 item, dan juga menunjuknya ke PO bukan ke Faktur Penjualan

    tolong dibaca dan di pahami dulu maksudnya rekan

    dan dikaitkan dengan PER 13 tahun 2010 :
    Per-13 :
    Dalam hal keterangan Nama Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak yang diserahkan tidak dapat ditampung dalam satu Faktur Pajak, maka Pengusaha Kena Pajak dapat :
    – membuat lebih dari 1 (satu) formulir Faktur Pajak yang masing-masing formulir harus menggunakan Kode, Nomor Seri, dan tanggal Faktur Pajak yang sama, serta ditandatangani dan diberi keterangan nomor halaman pada setiap lembarnya, dan khusus untuk pengisian jumlah, Potongan Harga, Uang Muka yang telah diterima, Dasar Pengenaan Pajak, dan Pajak Pertambahan Nilai cukup diisi pada formulir terakhir Faktur Pajak; atau
    membuat 1 (satu) Faktur Pajak yang menunjuk nomor dan tanggal Faktur-faktur Penjualan yang merupakan lampiran yang tidak terpisahkan dari Faktur Pajak tersebut, dalam hal Faktur Penjualan dibuat berbeda dengan Faktur Pajak

    Apakah PO bukan termasuk bagian dari Faktur Penjualan?

    Salam manis,