Ortax Forums PPh Badan Pajak final 1% PP 46 Reply-50043

  • megatronxxx

    Member
    8 August 2014 at 5:06 pm

    LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2013 NOMOR 106

    PENJELASAN
    ATAS

    PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
    NOMOR 46 TAHUN 2013

    TENTANG

    PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN DARI USAHA
    YANG DITERIMA ATAU DIPEROLEH WAJIB PAJAK
    YANG MEMILIKI PEREDARAN BRUTO TERTENTU

    I. UMUM

    Materi pokok yang diatur dalam Peraturan Pemerintah ini mengenai pengenaan Pajak Penghasilan yang
    bersifat final dan penetapan besaran tarif pajak terhadap penghasilan dari usaha yang diterima atau
    diperoleh Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu. Pengenaan Pajak Penghasilan yang
    bersifat final tersebut ditetapkan dengan berdasarkan pada pertimbangan perlunya kesederhanaan
    dalam pemungutan pajak, berkurangnya beban administrasi baik bagi Wajib Pajak maupun Direktorat
    Jenderal Pajak, serta memperhatikan perkembangan ekonomi dan moneter.

    Tujuan pengaturan ini
    adalah untuk memberikan kemudahan kepada Wajib Pajak yang menerima atau memperoleh
    penghasilan dari usaha yang memiliki peredaran bruto tertentu, untuk melakukan penghitungan,
    penyetoran, dan pelaporan Pajak Penghasilan yang terutang.

    II. PASAL DEMI PASAL

    Pasal 1

    Cukup jelas.

    Pasal2

    Ayat (1)

    Cukup jelas.

    Ayat (2)

    Peredaran bruto merupakan peredaran bruto dari usaha, termasuk dari usaha cabang,
    selain peredaran bruto dari usaha yang atas penghasilannya telah dikenai Pajak
    Penghasilan yang bersifat final berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan
    di bidang perpajakan.

    Berdasarkan arah aliran tambahan kemampuan ekonomis kepada Wajib Pajak,
    penghasilan dapat dikelompokkan menjadi:
    a. penghasilan dari pekerjaan dalam hubungan kerja dan pekerjaan bebas
    seperti gaji, honorarium, penghasilan dari praktek dokter, notaris, aktuaris,
    akuntan, pengacara, dan sebagainya;
    b. penghasilan dari usaha dan kegiatan;
    c. penghasilan dari modal, yang berupa harta gerak ataupun harta tak gerak,
    seperti bunga, dividen, royalti, sewa, dan keuntungan penjualan harta atau
    hak yang tidak dipergunakan untuk usaha;dan
    d. penghasilan lain-lain, seperti pembebasan utang dan hadiah.

    tetapi kalo diliat dari penjelasan PP 46 itu sendiri, pasal 2 ayat 2 huruf c , bunga termasuk penghasilan dari modal, sedangkan di pasal 2 ayat 1 begini bunyinya :

    Pasal 2

    (1) Atas penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto
    tertentu, dikenai Pajak Penghasilan yang bersifat final.

    Disini ditegaskan PPh Final itu penghasilan dari usaha !!! sedangkan bunga penghasilan dari modal !!!, mustinya benar yang tahun 2013 dong kalo bunga itu kenanya PPh Umum.

    kenapa AR di KPP itu memakai PMK-107/PMK.011/2013 sebagai dasar penetapannya, tanpa mempertimbangkan PP46 itu sendiri yah ?

    mohon komentar nya.