• Paijo1983

    Member
    8 February 2014 at 9:14 am
    Originaly posted by rusmawihitam:

    Terima kasih kepada semua advis yg diberikan, saya sekarang mengerti. Akan tetapi jika ternyata ada pelanggan yg datang "WALK IN" dan tidak mau memberikan NPWP & alamat lengkapnya, apakah Faktur Pajak yg kami isi tanpa alamat jelas tsb tetap dapat kami jadikan keluaran ?

    Apakah kami akan dikenai sangsi jika menerbitkan FP yg tidak lengkap NPWP & alamat tsb ?

    Thanks

    Berdasarkan ketentuan tentang faktur pajak Saudara Rusmawi tetap bisa menjadikannya sebagai pajak keluaran tidak ada sanksi apa2. Dan tidak perlu khawatir krn pelanggan tersebut tidak bisa mengkreditkannya sebagai pajak masukan karena kan tidak lengkap identitasnya.

    Sebagai contoh : saudara rusmawi kalo membeli sesuatu di toko(PKP) pada struknya biasanya tertulis harga misalnya Rp 100.000 dan PPN 10% Rp 10.000, jadi bayarnya Rp 110.000. Nak struk ini dapat dikatakan sebagai faktur pajak yang tidak diisi dengan lengkap, karena kan tidak ada nama, NPWP, dan identitas saudara rusmawi. Oleh tokonya, PPN 10% yang sebesar Rp 10.000 itu tetap dilaporkan di SPT PPN-nya karena toko itu kan PKP. Tapi, saudara rusmawi (sebagai PKP) tidak boleh mengkreditkan struk itu sebagai pajak masukan d SPT PPN karena struk itu tidak memenuhi syarat minimal sebagai faktur pajak yang diisi dengan lengkap.

    Syarat minimal faktur pajak ada di UU PPN Pasal 13 ayat (5)

    Demikian pendapat saya. Semoga bermanfaat dan bisa membantu. Terima kasih. Salam