Ortax Forums PPh Badan bener2 penasaran Reply-44652

  • joekie

    Member
    7 November 2013 at 9:19 am

    Kalo liat di PMK no 107 dalam lampiran contoh perhitungan pajak penghasilan untuk soal no 3.

    Hari Nugroho yang berstatus kawin dengan 2 (dua) tanggungan adalah orang pribadi pengusaha konstruksi yang juga memiliki toko material "Cakar Beton". Selain usaha tersebut, Hari Nugroho juga aktif memberikan jasa konsultansi kepada klien yang membutuhkan sarannya. Jumlah seluruh penghasilan yang
    diterima oleh Hari Nugroho pada tahun 2013 diketahui sebagai berikut:
    a. Penjualan bruto dari toko material "Cakra Beton" Rp 3.500.000.000,00.
    b. Nilai kontrak jasa pelaksanaan konstruksi (termasuk pemakaian material dari toko "Cakar Beton") Rp 900.000.000,00.
    c. Jasa konsultansi sebesar Rp 500.000.000,00.
    Total peredaran bruto Hari Nugroho pada tahun 2013 adalah sebesar Rp 4.900.000.000,00 (Rp
    3.500.000.000,00 + Rp 900.000.000,00 + Rp 500.000.000,00).
    Untuk menentukan PPh dari usaha toko material "Cakar Beton" di tahun 2014 dikenai tarif umum atau tarif
    yang bersifat final, adalah berdasarkan peredaran bruto dari usaha toko material "Cakar Beton" saja yakni sebesar Rp 3.500.000.000,00. Sedangkan peredaran bruto dari jasa pelaksanaan konstruksi dan jasa konsultansi tidak diperhitungkan mengingat jasa pelaksanaan konstruksi dikenai PPh yang bersifat final dengan ketentuan Peraturan Pemerintah tersendiri dan jasa konsultansi termasuk dalam lingkup jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas.
    Kewajiban pembayaran PPh Hari Nugroho di tahun 2014 adalah sebagai berikut:
    a. PPh sebesar 1% bersifat final dari peredaran bruto usaha toko material "Cakar Beton", untuk setiap bulannya;
    b. PPh dari usaha jasa konstruksi, yang dikenai PPh bersifat final berdasarkan Peraturan Pemerintah tersendiri; dan
    c. Angsuran PPh Pasal 25 (Januari s.d. Desember), atas penghasilan dari jasa konsultasi. Misalkan biaya dari jasa konsultasi di tahun 2013 sebesar Rp 169.625.000,00 dan PPh yang telah dipotong/dipungut pihak lain di tahun 2013 sebesar Rp 14.750.000,00, maka kewajiban angsuran
    PPh Pasal 25 di tahun 2014 sebagai berikut:
    Penghasilan bruto jasa konsultasi tahun 2013 Rp 500.000.000,00
    Biaya kegiatan jasa konsultasi tahun 2013 Rp 169.625.000,00
    PTKP (K/2) Rp 30.375.000,00
    Penghasilan Kena Pajak jasa konsultasi Rp 300.000.000,00
    PPh terutang jasa konsultasi Rp 38.750.000,00
    Pajak yang dipotong/dipungut pihak lain Rp 14.750.000,00
    PPh terutang Rp 24.000.000,00
    Angsuran PPh Pasal 25 atas jasa konsultasi Rp 2.000.000,00
    (1/12 x Rp 24.000.000,00)

    kalo dilihat dari contoh dalam lampiran PMK itu seharusnya untuk penghasilan bruto tetap dikenai pp 46.. mohon koreksi-nya..

    Salam