• kasitaugaya

    Member
    26 September 2013 at 2:15 pm
    Originaly posted by hangsengnikkei:

    jadi pusing, tidur aja deh…

    Kang, dibilang muter muter tuh.
    Kok ga ngajak2 saya? Mau donk diajak muter-muter.

    Originaly posted by supriy0n0:

    Butuh HAMPIR 5 THN klo..

    Kok post saya ga ditanggapi?

    Sudah cek tentang KMK 282/KMK.04/1997?
    Itu dari tahun 1997 lho rekan.
    Mananya yang 5 tahun?

    Sekali lagi saya kutipkan :

    Originaly posted by kasitaugaya:

    Sebelum rekan mempermasalahkan "penghasilan" di PP 46, mohon dicermati dulu penjelasan Pasal 4(2) UU PPh.

    —————-
    Sesuai dengan ketentuan pada ayat (1), penghasilan-penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat ini merupakan objek pajak. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan antara lain:
    – perlu adanya dorongan dalam rangka perkembangan investasi dan tabungan masyarakat;
    – kesederhanaan dalam pemungutan pajak;
    – berkurangnya beban administrasi baik bagi Wajib Pajak maupun Direktorat Jenderal Pajak;
    – pemerataan dalam pengenaan pajaknya; dan
    – memerhatikan perkembangan ekonomi dan moneter,
    atas penghasilan-penghasilan tersebut perlu diberikan perlakuan tersendiri dalam pengenaan pajaknya.

    Perlakuan tersendiri dalam pengenaan pajak atas jenis penghasilan tersebut termasuk sifat, besarnya, dan tata cara pelaksanaan pembayaran, pemotongan, atau pemungutan diatur dengan Peraturan Pemerintah.

    —-
    PPh 4(2) sudah diamanatkan PP untuk dapat memberikan perlakuan tersendiri dalam pengenaan pajaknya, termasuk besarnya jenis penghasilan dimaksud.

    Kalau rekan mau cari kata persis:

    Penghasilan bruto = penghasilan, ya ga bakal dapet sampe kiamat.