• hangsengnikkei

    Member
    1 October 2013 at 1:18 pm
    Originaly posted by Lieviana:

    Rame juga ya pembahasan tentang PP 46 tahun 2013.

    seru yah…

    Originaly posted by Lieviana:

    Memang kalo kita confirm dgn Kring Pajak dan AR, jawaban mereka mayoritas terkesan peraturan ini dibuat kurang matang. Jawaban akhirnya adalah, iya peraturannya memang tidak ada detailnya jadi kita hanya mengikuti peraturan saja.

    hehehehe…

    Originaly posted by Lieviana:

    Untuk perusahaan dagang, bagaimana dg 1% yg sudah disetor tetapi ada retur di akhir bulan berikutnya? Apakah bisa dikompensasikan (mengingat peraturan ini bersifat final)?

    logikanya adalah pengembalian pph 1% atas returnya atau mengurangi omset pada bulan berjalan

    Originaly posted by Lieviana:

    Untuk perusahaan jasa, omzet sudah dipotong pph 23 atau pph ps.4 ay 2, lalu dipotong lagi pph 1% (di dalam omzet itu kan mengandung hpp dan biaya operasional, berarti sudah dipotong berkali kali).

    yg sudah dipotong pph 23 bisa minta pengembalian atau dikreditkan di akhir taun, kl ga mau dipotong pph 23 monggo diurus skpkb, sedangkan kl ud dipotong pph 4 ayat 2 ga masuk ke kriteria pp 46

    Originaly posted by Lieviana:

    Seperti biaya gaji, sudah dikenakan pph 21, pph 23 (karena pph 23 itu kan langsung dari omzet yang di dalamnya mengandung biaya gaji), kena pula pph 1%.

    utk pph 21 sbenarnya itu adalah beban yg dipikul oleh karyawan masing2, kalaupun itu pph 21 ditanggung oleh perusahaan itu hanyalah fasilitas yg diberikan kepada karyawannya, bukanlah obyek yg sama atas peredaran bruto dari si pph 1%. intinya itu adalah phasilannya org lain yg kita potongkan dan setorkan duluan bukan phasilan kita yg harus kita setorkan

    Originaly posted by Lieviana:

    Banyak sekali pajak yang harus kita bayar ya??

    kl ini hehehe…