• ewox

    Member
    27 September 2013 at 11:28 am

    nah trus liat neh definisi PENGHASILAN menurut UU pph apakah penafsirannya selalu KEUNTUNGAN. keuntungan adalah salah satu dari penafsiran tentang PENGHASILAN. bukan PENGHASILAN SAMA DENGAN KEUNTUNGAN.

    Pasal 4

    (1) Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis
    yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak
    , baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar
    Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak
    yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk:
    a. Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau
    diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang
    pensiun, atau imbalan dalam bentuk lainnya, kecuali ditentukan lain dalam
    Undang-undang ini;
    b. hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan, dan penghargaan;
    c. laba usaha;
    d. keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk:
    1. keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan, persekutuan, dan
    badan lainnya sebagai pengganti saham atau penyertaan modal;
    2. keuntungan karena pengalihan harta kepada pemegang saham, sekutu, atau
    anggota yang diperoleh perseroan, persekutuan, dan badan lainnya;
    3. keuntungan karena likuidasi, penggabungan, peleburan, pemekaran,
    pemecahan, pengambilalihan usaha, atau reorganisasi dengan nama dan
    dalam bentuk apa pun;
    4. keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah, bantuan, atau sumbangan,
    kecuali yang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus
    satu derajat dan badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk
    yayasan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan
    kecil, yang ketentuannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri
    Keuangan, sepanjang tidak ada hubungan dengan usaha, pekerjaan,
    kepemilikan, atau penguasaan di antara pihak-pihak yang bersangkutan; dan
    5. keuntungan karena penjualan atau pengalihan sebagian atau seluruh hak
    penambangan, tanda turut serta dalam pembiayaan, atau permodalan dalam
    perusahaan pertambangan;
    e. penerimaan kembali pembayaran pajak yang telah dibebankan sebagai biaya dan
    pembayaran tambahan pengembalian pajak;
    f. bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang;
    g. dividen, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaan
    asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi;
    h. royalti atau imbalan atas penggunaan hak;
    i. sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta;
    j. penerimaan atau perolehan pembayaran berkala;
    k. keuntungan karena pembebasan utang, kecuali sampai dengan jumlah tertentu yang
    ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah;
    l. keuntungan selisih kurs mata uang asing;
    m. selisih lebih karena penilaian kembali aktiva;
    n. premi asuransi;
    o. iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari
    Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas;
    p. tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak;
    q. penghasilan dari usaha berbasis syariah;
    r. imbalan bunga sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang yang mengatur
    mengenai ketentuan umum dan tata cara perpajakan; dan
    s. surplus Bank Indonesia.