Ortax Forums PPh Badan PP 46/2013 Reply-42696

  • studycenter

    Member
    12 August 2013 at 10:13 am
    Originaly posted by priadiar4:

    tidak, jika keliru tinggal dilakukan Pemindahbukuan.

    Rekan priadiar4, bagaimana kalau perusahaan tersebut pada tahun sebelumnya mengalami kerugian sehingga angsuran PPH 25 nihil, dan memang dilaporkan setiap bulan hingga bulan Juni (SSP nihil) , dengan kondisi omzet tahun sebelumnya memenuhi syarat PP 46. Nah, yang jadi pertanyaan adalah, jika A/R turnovernya lebih dari satu bulan, artinya omzet bulan Juli 2013, baru dapat ditagih pada akhir bulan Agustus atau misal awal september, sedangkan jika mengacu pada PP 46, maka PPG 4(2) lainnya sebesar 1 % dari nilai omzet yang sudah ditagih (cash basis —-> pernyataan ini saya dapat dari sosialisasi salah satu kpp di jakarta pusat).

    Nah, apa benar demikian? Karena kalau mengacu pada sosialisasi tersebut, berarti untuk masa Juli, tidak ada penyetoran untuk pph 4(2). Terus, apakah kita tetap melapor dengan SSP nihil??

    Jika sosialisasi tersebut salah, berarti perusahaan akan mengalami kerugian (resiko bisnis) dalam arti, harus menalangi terlebih dahulu. Apa yang akan terjadi jika ternyata faktur tersebut tidak dapat ditagih alias lawan transaksi kita secara tiba tiba mengalami keadaan sehingga tidak mampu membayar, bukankah akan menjadi kerugian berganda ya??