• CaT78

    Member
    4 July 2013 at 1:53 pm
    Originaly posted by hangsengnikkei:

    ya ya ya…
    kl diilustrasikan begitu nampaknya jelas bahwa sebenarnya si B transaksi dgn A (ga mau tau urusan dgn C), dan harusnya C sudah jelas dibayar PPN impornya oleh A bukan B. kl seperti itu harusnya B ga perlu bayar PPN impor, cukup bayar atas full tagihan dari A (harga jual yg sudah include dgn harga pokok dan keuntungan A)

    Tapi barang dikirim langsung dari Jepang ke Surabaya, sehingga pengurusan Custom di Surabaya.
    Dari info yang saya dapat dari bagian import, kalau Import a/n A dan A yang urus custom barang akan dikirim ke Jakarta sesuai domisili NPWP A. Ini tidak efisien karena memakan waktu dan biaya lebih yang ingin dihindari ke-2 pihak (A dan B)