• itsfiveteenword

    Member
    21 June 2013 at 3:37 pm
    Originaly posted by dewadies:

    Salam rekan-rekan ortax, mohon bimbingannya untuk kami yang tidak mengerti sama sekali tentang pajak. Begini, akhir tahun 2010 suami saya mau menyuplai barang ke kantornya. Karena tidak punya perusahaan sendiri, suami saya mengajak teman kantornya yang memiliki PT untuk bekerjasama. Tiba-tiba, tahun 2013 ini kami dikejutkan adanya dua surat dari KPP Jakarta Matraman. Surat pertama tertanggal 27 Mei 2011 dan surat kedua tertanggal 5 Juni 2012. Teman kantor suami bilang dia baru terima surat itu bulan Juni 2013. Isinya tentang permintaan pertanggungjawaban faktur pajak. Ternyata, selama ini teman kantor suami tidak pernah melaporkan faktur pajak yang ditagih.

    Yang mencurigakan, Kenapa KPP tidak menfollow up ketika tidak ada tindakan dari PT setelah surat permintaan pertanggunjawaban pertama? Lalu, pada surat kedua itu ada keanehan, yaitu tidak ada tandatangan kepala kantor dan stempel dari KPP. Teman kantor suami bilang dia baru terima surat itu ketika dia datang ke KPP. Surat itu baru diprint dan saat itu kepala kantor KPP tidak ada ditempat. Selain keanehan tidak ada tandatangan dan surat baru diprint tapi tertanggal 5 Juni 2012, ada keanehan pada kop suratnya. Kop surat pada kedua surat itu berbeda. Saya mohon bimbingannya pada rekan-rekan disini. Apa yang harus saya lakukan? Apakah saya bisa membawa surat ini untuk dicek di KPP Jakarta Matraman?

    Sebelumnya, saya ucapkan terima kasih banyak.

    langsung di tanyakan ke AR KPP matraman saja… tanyakan sejelasnya permasalahaanya + knp tidak ada kop surat dan ttd pimpinan…..