• begawan5060

    Member
    22 June 2013 at 12:20 pm
    Originaly posted by bheety:

    dr. Danang Efriliansyah (menikah dan mempunyai 3 anak kandung)
    merupakan dokter spesialis kandungan yang bekerja sebagai pegawai tetap
    di rumah sakit swasta Sehat Tentrem dengan gaji tetap sebesar
    Rp20.000.000,00. Jam praktik dr. Danang Efriliansyah mulai pukul 8.00 s.d
    12.00 selama 5 hari dalam seminggu. Untuk bulan Agustus 2013 dr. Danang
    Efriliansyah menerima pembayaran dari Rumah Sakit Sehat Tentrem berupa
    gaji sebesar Rp20.000.000,00 dan menerima jasa medis sebagai dokter
    yang bersumber dari pasien sebesar Rp25.000.000,00.

    atas pembayaran sebesar 20 juta cara menghitung PPh Pasal 21 yang terutang sama dengan PPh Pasal 21 atas pegawai tetap

    atas pembayaran sebesar 25 juta atas jasa medis yang bersumber dari pasien PPh Pasal 21 yang terutang dihitung sebagai penghasilan yang diterima oleh bukan pegawai

    Penghitungan yang ini yang betul..
    Alasannya :
    1. Bahwa secara substansi tidak ada perubahan antara Per-31/2009 dengan Per-31/2012, kecuali PTKP dan batas upah pegawai harian. Akan hal terdapat "contoh baru" sepanjang kasusnya sama, maka kapan berlakunya… tidak ngaruh..
    2. Penghit PPh 21 atas pegawai tetap, objek pemajakannya hanya Gaji dan tunjangan serta pembayaran lainnya terkait dengan gaji.
    3. Bahkan SE-51 (yg dikutipkan rekan Toni) sudah sejak dulu penghitungannya "dipisahkan"
    4. Penghsl atas jasa dokter selaku tenaga ahli, merupakan ph bruto yg harus dihitung ph netonya terlebih dulu, dan pengurangnya bukan "biaya jabatan"