• hanif

    Member
    14 June 2013 at 3:20 pm
    Originaly posted by dsimon:

    Originaly posted by hanif:
    ini kan hanya contoh untuk penegasan atas kalimat yang menurut saya harus ditambahkan pada kata2 deductale-taxable.

    loch..bukannya kalau objek pph23..sudah 99% itu deductible..untuk yang membayarkan..?

    coba baca lagi yang ini ya…
    Mengenai istilah DEDUCTIBLE – TAXABLE', mungkin kita juga berbeda pendapat. Sebab, kalau diindonesiakan, katat-kata tersebut berbunyi " dapat dikurangkan-dapat dikenai pajak". Sehingga, menurut pemahaman saya, istilah ini dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa pengeluaran2 yang dapat dikurangkan dari penghasilan (sebagai biaya secara fiskal), dapat dikenai pajak.
    Istilah ini sebenarnya harus ditambahkan dengan kata-kata " kecuali ditentukan lain". Jadi tidak terputus begitu saja.
    Sebab, tidak seluruh pengeluran yang deductable, dapat dikenai pajak. Contoh sumbangan untuk korban bencana alam nasional adalah deductable, tapi tidak taxable.

    Salam