• hanif

    Member
    11 June 2013 at 2:20 pm
    Originaly posted by karbala:

    Originaly posted by hanif:
    Maksudnya?

    seperti yang ditulis Rekan RainDee, ada dua kriteria untuk tidak dikenakan pph 23
    Originaly posted by RainDee:
    Kesimpulannya atas jasa2 yang disebutkan diatas dikenai PPh 23 kecuali jika dilakukan oleh

    1. Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi
    2. Wajib Pajak yang mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi

    o, gitu….

    Kaliamtanya kan berbunyi begini :
    Jasa perawatan/perbaikan/pemeliharaan mesin, peralatan, listrik, telepon, air, gas, AC, TV kabel, alat transportasi/kendaraan dan/atau bangunan,yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi;

    bila yang dimaksud disini adalah :
    1. Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi
    2. Wajib Pajak yang mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha

    Maka, kedua syarat tersebut harus dipenuhi agar dikenai PPh Pasal 4 ayat 2.
    Bila salah satu syarat tidak dipenuhi, maka, akan menjadi objek PPh Pasal 23.

    Misal, bila penyedia jasa adalah pengusaha konstruksi tapi tidak punya ijin atau tidak punya sertifikasi sebagai pengusaha knstruksi, atas jasa diatas adalah objek PPh 23. Sementara, bila penyedia jasa adalah pengusaha konstruksi dan punya ijin sebagai pengusaha konstruksi namun belum disertifikasi, maka, atas jasa yang diberikan adalah objek PPh Pasal 4 ayat 2.

    Demikian pemahaman saya….

    Salam