• Dipras

    Member
    24 April 2013 at 1:26 pm

    Salam semua

    Dalam kasus anda, tidak ada alasan yang dibenarkan regulasi untuk mengeluarkan FP Pengganti. Sekedar pengingat, fungsi FP pengganti adalah bukan untuk mengakomodir kelalaian, melainkan untuk memperbaiki kesalahan semisal terjadi kesalahan data pada FP, FP Sobek, atau FP tercoret. Jadi tepat seperti yang dikatakan pak begawan bahwa fungsinya bukan "menggeser" masa pajak.

    Disisi lain walaupun eSPT bisa melaporkan (mengkreditkan) FP Pengganti tanpa melaporkan lebih dulu FP yang diganti, seingat saya kedua pihak harus melaporkan faktur pengganti dan faktur yang diganti.

    Hal ketiga, sejauh percobaan saya pada eSPT versi 1.3., jika FP Pengganti akan diterbitkan pada April 32013, FP pengganti yang menggantikan FP Pengganti lagi tidak bisa diakomodir, dikarenakan FP pengganti berdasarkan PER-24 mengharuskan penggunaan nomor FP yang sama dengan FP yang diganti.
    Kecuali jika tetap ingin memaksakan menerapkan metoda ini dan menerbitkan FP Pengganti pada Maret 2013, penggunakan eSPT versi 1.2 memungkinkan hal tersebut.

    Menurut saya solusinya jangan menerbitkan FP Pengganti, tapi pihak client tetap mengkreditkan faktur pajak Juli 2012 sesuai periode yang diizinkan (masa Jul,Agt, Sept atau Okt 12). Artinya client melakukan pembetulan SPT, sehingga SPT PPN yg direvisi menjadi lebih bayar yang bisa dikompensasikan ke periode yang dikehendaki.

    Pendapat lain dipersilahkan.

    Salam