Ortax Forums PPN dan PPnBM PER-24/PJ/2012 Reply-38462

  • raka8883

    Member
    8 April 2013 at 1:22 pm

    sepertinya komentar rekan-rekan sekalian boleh saya simpulkan bahwa sepanjang kita dapat membuktikan bahwa faktur pajak masukan itu tidak fiktif atau dengan kata lain dapat dibuktikan dengan melampirkan dokumen pendukung seperti bukti pengiriman uang (pelunasan), bukti penerimaan barang kita tidak perlu takut dikoreksi dan dapat dikreditkan. Yang menjadi masalah apakah pemeriksa mau mengakuinya atau tidak, meskipun dengan ajimat PP no.1 tahun 2012 tentang tanggung jawab renteng.
    Kembali pada kita apakah kita mau menerima hasil koreksi tersebut atau mengajukan keberatan atas hasil koreksi. (dengan catatan nilai ppn dikoreksi dalam jumlah besar, apabila kecil apakah masih mau diajukan keberatan? dimana akan memakan waktu dan membuang tenaga).

    Masalah perpajakan apalagi PPN yang persentasenya paling tinggi yakni 10% dan akhirnya dibebankan kepada konsumen akhir dimanfaatkan oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab sepertinya tidak akan ada habisnya apabila tidak didukung oleh sistem yang baik, dan saya menilai PER-24/PJ/2012 ini malah menjadi dilema dan tidak mempermudah Pembeli untuk meningkatkan rasa aman mengkreditkan pajak masukan tersebut, sebab nomor seri FP yang diberikan itu menjadi sesuatu yang sifatnya rahasia dimana Penjual berhak untuk tidak memberikannya kepada Pembeli.