• aji_21

    Member
    13 May 2009 at 4:54 pm

    Dalam PER 15/PJ/2006 Pasal 5 (1) huruf e disebutkan :

    honorarium, uang saku, hadiah atau penghargaan dengan nama dan dalam bentuk
    apapun, komisi, bea siswa, dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri, terdiri dari :

    1. tenaga ahli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (7); ==> yakni yang melakukan pekerjaan bebas (independent)

    2. …
    3. …
    6. pemberi jasa dalam segala bidang termasuk teknik, komputer dan sistem aplikasinya, telekomunikasi, elektronika, fotografi, ekonomi dan sosial; ==> kata termasuk perlu diperhatikan, jadi bukan hanya teknik, komputer dan sistem aplikasinya, telekomunikasi, elektronika, fotografi, ekonomi dan sosial

    Kemudian dalam Pasal 5 (4) :

    Dalam hal pemberi jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e angka 6, dalam memberikan jasa yang bersangkutan mempekerjakan orang lain sebagai pegawainya, maka penghasilan yang diterima atau diperoleh pemberi jasa tersebut tidak dipotong PPh Pasal 21, melainkan dipotong Pajak Penghasilan sesuai dengan ketentuan Pasal 23 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000."

    Menurut saya pengertian pemberi jasa tenaga ahli disini dapat digolongkan sebagai berikut :

    1. Yang Melakukan Pekerjaan Bebas ==> Pasal 9 (7) : PPh Pasal 21
    2. Jika ybs memperkerjakan org lain ==> Jasa (Pasal 5 (4)) : PPh Pasal 23