• begawan5060

    Member
    21 November 2012 at 9:18 pm
    Originaly posted by simonalim:

    Jika ada hubungan usaha bukannya NDE Pak?

    Maksudnya hibah tetapi ada hubungan kepemilikan/usaha, khan?

    Dari jurnal ini :

    Originaly posted by simonalim:

    Misalkan:
    Nilai Pasar 500
    H.Perolehan 1000
    Ak.Penystn 500
    Jurnalnya :
    Sumbangan = 500 —–> dikoreksi fiskal?
    Biaya Pajak (PPN K) = 50 —-> dikoreksi fiskal saat menyusun P/L
    Akm Penyusutan = 500
    ……………. Aktiva = 1.000
    ……………. PPN Keluaran = 50

    Saya "bedah" dengan contoh, sbb :
    PT. A menyumbang truk angkutan ke Koperasi B (antara PT. A dan Koperasi B ada hubungan)
    Harga Pasar truk = 500
    NSB = 500

    Perlakukan pajaknya :
    Atas pengalihan truk tsb terdapat keuntungan karena pengalihan harta, sbb :
    Harga pasar truk = 500
    NSB = 500 —> DE
    Keuntungan pengalihan harta = 500 – 500 = 0 —> objek PPh —> menjadi Ph bagi PT. A

    Sedangkan Harga pasar = 500 merupakan ph bagi Koperasi. B —> objek PPh

    Misalnya NSB = 500 —> NDE, bukankah timbul keuntungan karena pengalihan harta sebesar = 500 – 0 = 500 —> trus ini jadi ph bagi PT. A?

    Dalam hal hibah aktiva terdapat "peristiwa" sbb :
    1. Adanya keuntungan/kerugian atas pengalihan aktiva; oleh karena itu NSB dapat dibiayakan (DE). Apabila ada hubungan, merupakan ph bagi pemberi hibah. Apabila tidak ada hubungan, bukan ph bagi pemberi hibah (meskipun timbul keuntungan)
    2. Adanya "pengeluaran" sebesar harta yang dihibahkan…, nah, pengeluaran yang ini yang NDE