• begawan5060

    Member
    23 March 2012 at 11:43 pm
    Originaly posted by simonalim:

    Jadi bila ditagih namun belum dibayar/dibayar belakangan, FP wajib diterbitkan saat ditagih/invoice diterbitkan? Meskipun di PP 1/2012 tidak diberikan contoh dikaitkan dengan tagihan/invoice ya Pak?

    Di PP sebelumnya, juga tidak disinggung pake invoice atau tidak (dan contohnya persis dengan PP 1/2012)…. tetapi kenapa kita harus bingung? Meskipun idealnya harus diberikan contohnya, tetapi bisa saja sang konseptor kelupaan..

    Tetapi kita harus berpegang pada praktek bisnis/akuntansi.. apakah ada termin dibayarkan begitu saja pada tidak pernah ditagih? Dan kita tengok lagi ke aturan mainnya, yaitu Ps 17 ayat (5) :

    Teks Pasalnya :
    harga atas penyerahan Jasa Kena Pajak diakui sebagai piutang atau penghasilan, atau pada saat diterbitkan faktur penjualan oleh Pengusaha Kena Pajak, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan diterapkan secara konsisten

    Penjelasannya :
    Namun demikian, dalam praktik kegiatan usaha dan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum, saat pengakuan piutang atau penghasilan, atau saat penerbitan faktur penjualan dapat terjadi tidak bersamaan dengan saat mulai tersedianya fasilitas atau kemudahan untuk dipakai secara nyata, baik sebagian atau seluruhnya. Dalam rangka memberikan kemudahan administrasi terkait dengan saat penerbitan Faktur Pajak, saat penerbitan faktur penjualan dapat ditetapkan sebagai saat penyerahan jasa yang menjadi dasar saat terutangnya Pajak Pertambahan Nilai.