• hanif

    Member
    5 March 2012 at 4:06 pm

    kalau di PPh 22 dan 23, hanya disebutkan seperti ini :
    Besarnya pungutan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak lebih tinggi 100% (seratus persen) daripada tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang dapat menunjukkan Nomor Pokok Wajib Pajak.

    Sehingga akan ada kemungkinan bahwa PPh 22 yang final atau PPh 23 yang final kena tarif lebih tinggi.
    Kita ambil contoh untuk agen atau penyalur premium yang beli dari pertamina. PPh nya kan final. Kalau si agen atau penyalur nggak punya NPWP, ya kena tarif lebih tinggi dia.

    Salam