• j0hn

    Member
    2 March 2012 at 12:00 pm
    Originaly posted by ktfd:

    bung john, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya…
    lalu, bagaimana menjelaskan segala harta benda yg berjumlah ajubilah yg dimiliki para
    "oknum" pajak (yg kebetulan dan lagi sial jadi ketahuan…) seperti "gayus", "bahasyim",
    dan "dw" (dan lain2 nanti tergantung kebutuhan utk dimunculkan apa tidak…)???
    apakah itu merupakan "kewajaran" dan "kenormalan"???
    kata hakim agung harifin tumpa:
    "jadi hakim itu jangan hanya berkacamata kuda"
    salam.

    rekan ktfd, btw siapa yang bilang itu "wajar" dan "normal" ?
    saya hanya sedih melihat media kita yang selalu memberitakan, seakan2 membayar pajak itu langsung ke petugas pajak, sehingga petugas pajak bisa tilep.

    urusan "kewajaran" harta gayus dan bahasyim, biarlah hakim yang memutuskan.

    urusan oknum yang banyak itu, rekan ktfd jangan lupa, "it takes two to tango". artinya klo ada oknum pajak yang banyak itu, tentunya ada juga oknum wp yang banyak juga. (semakin banyak oknum petugas pajak yang rekan ktfd sebutkan, tentunya akan smakin banyak juga oknum wp yang belum rekan sebutkan)