• begawan5060

    Member
    9 February 2012 at 5:51 pm
    Originaly posted by simonalim:

    Ini menurut saya kurang sesuai tata bahasa "atau" dari PP. Karena PP menggunakan statement Negatif, sedangkan contoh Pak Begawan menggunakan statement Positif. Akan mirip PP bila: Yang berbaju merah "atau" putih, tidak bisa masuk. (Negatif dari kata garis bawah).

    Saya tidak bermaksud bahwa "baju" tsb dibandingkan dengan PP, tetapi yang ingin saya sampaikan adalah cara membaca "dan", "atau", "dan/atau" itu saja…

    Originaly posted by simonalim:

    Originaly posted by begawan5060:
    Apakah Pasal 4 ayat (2) huruf a PP 1/2012 ada syarat dapat membuktikan tlh bayar PPN?

    Iya, untuk sementara saya berpendapat demikian Pak.

    Silahkan rekan, tetapi setidaknya bukankah ada dasar pemikirannya?

    Originaly posted by simonalim:

    Originaly posted by begawan5060:
    Apabila fiskus memilih menggunakan Pasal 4 ayat (2) huruf a PP 1/2012 saja, sudah sah (legal) karena sesuai ketentuan… itulah makna "atau"

    Yang ini saya kurang mengerti maksunya Pak Begawan.

    Agar negara tidak rugi, maka fiskus mengenakan tanggung renteng berdasarkan Berdasarkan Pasal 4 ayat (2) huruf a PP 1/2012, yang berbunyi :
    Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak diberlakukan dalam hal:
    a. pajak yang terutang tersebut dapat ditagih kepada penjual barang atau pemberi jasa. (titik)

    Dalam contoh kasus, PKP A tidak dapat ditagih.. dengan demikian ketentuan pada ayat (1), diberlakukan

    Bunyi ayat (1) :
    Pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa Kena Pajak bertanggung jawab secara renteng atas pembayaran Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan PajakPenjualan atas Barang Mewah.