• gustian62

    Member
    3 January 2012 at 1:21 pm
    Originaly posted by j0hn:

    zaman sekarang ini pak, justru AR yang lebih takut daripada WP pak. saya sering langsung dimaki2 WP begitu mengirimkan surat himbauan pembetulan. alasannya, hitungannya sudah benar, kemudian saya ajak duduk bareng, dan diskusi masalah data yang saya temukan. akhirnya, dia mengaku kalau perusahaannya pernah dipakai orang tanpa sepengetahuannya. Ibarat permainan bola, pertahanan terbaik adalah dengan menyerang. Banyak WP yang menggunakan cara ini. Saya pernah diancam seorang Jenderal bintang 3 dengan pistolnya, hanya karena saya menghimbau adanya pembelian bangunan tapi tidak pernah menyampaikan SPT. Lucunya, beliau itu bawa juga bendaharawan dari kesatuannya, beliau bilang pajaknya sudah diurusi bendaharawannya. Saya hanya bertanya, apakah beliau punya tanda terima penyampaian SPT ? beliau pun akhirnya menyarungkan kembali senjatanya. Apa yang terjadi setelah itu, beliau menyetorkan pajak Rp125jt atas penghasilannya yang lain2 setelah beliau berkonsultasi mengenai kewajiban pajaknya.

    Intinya pak martoto, begitu ada himbauan (terutama yang angka pajaknya fantastis), bapak langsung ke AR bapak aja, itu kan masih angka perkiraan si AR. bisa saja angka pajak tersebut berasal dari omset yang belum ada pengurangan biayanya atau pajak keluaran yang belum ada pengkreditannya.

    Mohon penagihan jangan tunggu ratusan juta dulu