• vernuz

    Member
    10 November 2011 at 6:14 pm
    Originaly posted by hanif:

    wah…wah…wah…
    Belum tidur ya?
    Apa kepikiran dengan kasus ini?
    Mudah2an enggak ya. Mumpung belum tidur aja kan?.
    he he he

    bs aja rekan hanif..mumpung lg bs internetan, hehehe..

    Originaly posted by hanif:

    Misal gini :
    Tanggal 1 Desember 2011 dipinjam uang ke PT. ABC 1.000.000 dengan bunga 2% sebulan dan jatuh tempo tanggal 1 Maret 2012.

    Pencatatannya :
    Tanggal 1 Desember 2011
    Kas……………………….1.000.000
    …..Hutang Usaha…………………………1.000.000

    Pada tanggal 31 Desember 2011 dibuat penyesuian untuk bunga pinjaman yang merupakan beban untuk masa desember 2011 sebesar 2% x 1 juta = 20.000

    Pencatatannya tanggal 31 Desember 2011
    Beban bunga pinjaman………20.000
    …..Hutang bunga…………………………20.000

    sebelum dilanjutkan, ada pertanyaan, mengapa dicatat adanya bunga pinjaman dan hutang bunga?
    Jawabnya, karena diatur di dalam PSAK agar aktiva, kewajiban dan ekuitas menggambarkan keadaan yang sebenarnya.
    Bukan begitu rekan vernuz?

    Pertanyaannya sekarang adalah :
    Apakah PSAK ada mengatur bahwa hutang PPh 23 nya harus diakui dan dicatat?

    Mohon dijawab dulu ya…

    Salam

    Setuju rekan hanif..di dlm PSAK memang tdk diatur mengenai Pph 23, tp di dlm Kerangka Dasar Penyusunan Penyajian Laporan Keuangan tdpt salah satu unsur karakteristik kualitatif laporan keuangan yatu “substansi mengungguli bentuk” dmn transaksi dan kejadian lain harus dipertanggungjawabkan dan disajikan sesuai dengan hakekat transaksi dan realitas kejadian.

    Di dlm biaya sewa tsb sdh bs diketahui hakekat transaksi dan realitas kejadian yg melekat yaitu pph 23, berarti berdasarkan asumsi dasar accrual unsur pph 23 tsb sdh hrs dibukukan.

    Mohon pencerahannya..

    salam