• hanif

    Member
    9 November 2011 at 11:43 pm
    Originaly posted by vernuz:

    Iya rekan hanif..krn jumlah hutang sewa ke vendor tdk mencerminkan nilai realnya krn sdh include hutang pph 23, walaupun keduanya sma2 mrpkn hutang jangka pendek, shgga dlm penyajian LK mjd kurang akurat.

    mohon pencerahannya..
    thx

    wah…wah…wah…
    Belum tidur ya?
    Apa kepikiran dengan kasus ini?
    Mudah2an enggak ya. Mumpung belum tidur aja kan?.
    he he he

    Misal gini :
    Tanggal 1 Desember 2011 dipinjam uang ke PT. ABC 1.000.000 dengan bunga 2% sebulan dan jatuh tempo tanggal 1 Maret 2012.

    Pencatatannya :
    Tanggal 1 Desember 2011
    Kas……………………….1.000.000
    …..Hutang Usaha…………………………1.000.000

    Pada tanggal 31 Desember 2011 dibuat penyesuian untuk bunga pinjaman yang merupakan beban untuk masa desember 2011 sebesar 2% x 1 juta = 20.000

    Pencatatannya tanggal 31 Desember 2011
    Beban bunga pinjaman………20.000
    …..Hutang bunga…………………………20.000

    sebelum dilanjutkan, ada pertanyaan, mengapa dicatat adanya bunga pinjaman dan hutang bunga?
    Jawabnya, karena diatur di dalam PSAK agar aktiva, kewajiban dan ekuitas menggambarkan keadaan yang sebenarnya.
    Bukan begitu rekan vernuz?

    Pertanyaannya sekarang adalah :
    Apakah PSAK ada mengatur bahwa hutang PPh 23 nya harus diakui dan dicatat?

    Mohon dijawab dulu ya…

    Salam